Di barat laut Vietnam, tepatnya di Provinsi Lao Chai, ada Kota Sa Pa yang berada di ketinggian 1.500 mdpl. Kecantikan kota kecil persinggahan ini tak bisa dipandang sebelah mata. Dikelilingi Pegunungan Hoang Lien, kota ini memiliki pemandangan hijau membentang, lengkap dengan langit biru yang jernih.
detikTravel bersama Caldera Sobek Coorporation pun sempat berkeliling kota. Alun-alun atau plazanya bisa dibilang sangat indah. Berada tepat di tengah kota, dengan pemandangan pegunungan di belakangnya, dan gereja tua di samping kirinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat diduduki Prancis di akhir 1880, kota ini pun memiliki sentuhan Eropa dalam porsi yang tepat. Bangunan di sini seperti di Eropa, dengan latar pegunungan yang sungguh fotogenik untuk diabadikan. Salah satu yang paling khas adalah gereja terbuat dari batu yang dibangun tahun 1930.
Memiliki banyak suku tradisional yang menawarkan keindahan aslinya, kota ini memang dahulu menjadi tempat tinggal bagi suku-suku minoritas. Beberapa yang tinggal di kaki gunung atau atas bukit sekitar Sa Pa adalah Hmonk, Yao, Giay, Pho Lu dan Tay.
Kebanyakan wisatawan yang datang ke sini juga untuk melancong ke desa-desa suku tersebut. Sesampainya di kota, traveler akan disambut oleh para suku ini yang menawarkan jasa trekking hingga homestay sehari dua hari di rumah mereka.
Karena sadar kecantikan rumahnya, para warga dari suku minoritas tersebut meningkatkan kemampuan bahasa mereka. Tak heran jika banyak yang fasih berbahasa Inggris dibanding penduduk Vietnam pada kebanyakan.
Penginapan di kota ini pun tergolong bersahabat. Kebanyakan bangunan menjulang ke atas. Tinggi bangunan bisa mencapai 5 atau 6 lantai. Meski tidak ada lift, namun ada keuntungan tersendiri jika memilih lantai atas. Karena pemandangan dari atas sungguh tak bisa dibayar dengan lelah menaiki tangga.
Untuk kehidupan sehari-hari, harga di kota ini juga tergolong masuk akal. Satu kamar hotel di sana sekitar USD 10 atau Rp 120 ribu, dengan fasilitas lengkap. Sekali makan, bisa sekitar Rp 20 ribu, jika ingin mewah. Bisa juga hemat, dengan mencari makanan di kawasan pasar.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru