Matera -
Siapa yang tidak ingin mendatangi destinasi dengan arsitektur yang indah? Selain asyik untuk foto-foto, kota ini juga bisa jadi inspirasi. Berikut 8 tempat paling cantik untuk pecinta arsitektur.
Deretan rumah imut atau warna-warni menjadikan sebuah kota menarik untuk dijadikan objek wisata. Ditengok dari CNN, Selasa (9/9/2014) inilah 8 tempat paling cantik bagi para pecinta arsitektur yang bisa didatangi, bagian kedua:
5. Matera, Italia
(CNN)
|
Desa yang berdiri di perbukitan ini menjadi tempat syuting favorit untuk menangkap suasana Yerusalem kuno. Masuk sebentar ke Matera, dan suasana itu dengan mudah terbangun. Rumah yang ada di sini merupakan gua-gua yang dibuat oleh manusia.
Diperkirakan rumah ini merupakan tempat manusia pertama yang hadir di Italia. Rumah ini diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-3. Apa yang membuat Matera menarik adalah ukuran dan kerumitan dari rumah-rumah yang dibuat dari batu. Karena, bisa saja satu rumah terhubung dengan rumah lain dan bersatu di aula besar di tengah-tengah. Wah!
6. Setenil de las Bodegas, Spanyol
(CNN)
|
Yang membuat Setenil de las Bodegas menarik adalah perpaduan arsitektur yang menyatu dengan alam. Berada di bawah bebatuan yang seperti menggantung di Rio Trejo, desa kecil ini berhasil dibangun tanpa membuat sesak semua yang tinggal di sana.
Meski terlihat padat, namun sirkulasi udara yang tercipta tetap bisa membuat kawasan sejuk. Karena, angin masih bisa menelusup ke rumah-rumah yang dibangun di sana. Juga, rumah yang ada di sini, ada yang dibangun di luar, dan di dalam bebatuan alam tersebut.
7. Salento, Kolombia
(CNN)
|
Satu lagi desa dengan warna yang meriah adalah Salento. Berada di kawasan pusatnya kopi, Salento merupakan bonus wisata bagi para pecinta kopi. Kebanyakan rumah yang ada di sini bertingkat dua dengan warna tembok putih. Yang menarik adalah jendela dan pintunya, warna-warni!
Selain warna-warni, jendela dan pintu di rumah-rumah tersebut terbuat dari bambu. Mengapa bambu? Karena tahan gempa bumi. Konsep rumah seperti ini sudah ada sejak jaman kolonial 200 tahun lalu. Sungguh seperti tertarik ke masa lalu bukan?
8. Matmata, Tunisia
(CNN)
|
Nah, kawasan perumahan ini sangat cocok untuk para pecinta Star Wars. Matmata di Tunisia menjadi tempat syuting dari film prequel Star Wars yang dibuat tahun 2002 dengan judul 'Star Wars Episode II: Attack of the Clone'.
Tak heran, karena memang arsitektur di kota ini sangatlah unik. Sepintas seperti bukan di bumi. Matmata dikenal dengan keunikan dari rumah guanya yang vertikal ke dalam tanah. Setiap rumah dimulai dengan pintu melingkar dan ruangan yang tingkat dua, namun turun ke bawah. Dibuat seperti ini karena bertujuan menghindari cuaca panas saat siang hari.
Desa yang berdiri di perbukitan ini menjadi tempat syuting favorit untuk menangkap suasana Yerusalem kuno. Masuk sebentar ke Matera, dan suasana itu dengan mudah terbangun. Rumah yang ada di sini merupakan gua-gua yang dibuat oleh manusia.
Diperkirakan rumah ini merupakan tempat manusia pertama yang hadir di Italia. Rumah ini diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-3. Apa yang membuat Matera menarik adalah ukuran dan kerumitan dari rumah-rumah yang dibuat dari batu. Karena, bisa saja satu rumah terhubung dengan rumah lain dan bersatu di aula besar di tengah-tengah. Wah!
Yang membuat Setenil de las Bodegas menarik adalah perpaduan arsitektur yang menyatu dengan alam. Berada di bawah bebatuan yang seperti menggantung di Rio Trejo, desa kecil ini berhasil dibangun tanpa membuat sesak semua yang tinggal di sana.
Meski terlihat padat, namun sirkulasi udara yang tercipta tetap bisa membuat kawasan sejuk. Karena, angin masih bisa menelusup ke rumah-rumah yang dibangun di sana. Juga, rumah yang ada di sini, ada yang dibangun di luar, dan di dalam bebatuan alam tersebut.
Satu lagi desa dengan warna yang meriah adalah Salento. Berada di kawasan pusatnya kopi, Salento merupakan bonus wisata bagi para pecinta kopi. Kebanyakan rumah yang ada di sini bertingkat dua dengan warna tembok putih. Yang menarik adalah jendela dan pintunya, warna-warni!
Selain warna-warni, jendela dan pintu di rumah-rumah tersebut terbuat dari bambu. Mengapa bambu? Karena tahan gempa bumi. Konsep rumah seperti ini sudah ada sejak jaman kolonial 200 tahun lalu. Sungguh seperti tertarik ke masa lalu bukan?
Nah, kawasan perumahan ini sangat cocok untuk para pecinta Star Wars. Matmata di Tunisia menjadi tempat syuting dari film prequel Star Wars yang dibuat tahun 2002 dengan judul 'Star Wars Episode II: Attack of the Clone'.
Tak heran, karena memang arsitektur di kota ini sangatlah unik. Sepintas seperti bukan di bumi. Matmata dikenal dengan keunikan dari rumah guanya yang vertikal ke dalam tanah. Setiap rumah dimulai dengan pintu melingkar dan ruangan yang tingkat dua, namun turun ke bawah. Dibuat seperti ini karena bertujuan menghindari cuaca panas saat siang hari.
(sst/sst)
Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5