Diamante -
Tiap tahun, kota mungil Diamante di selatan Italia punya festival unik nan ekstrem. Namanya Chilli Pepper Festival, adu makan cabai. Warga dan turis boleh ikut serta, asal berani.
Chilli Pepper Festival adalah ajang tahunan yang digelar di Kota Diamante, wilayah Calabria, Italia. Dalam ajang Chilli Eaters' Marathon, tahun lalu sang juara Maurizio Capocchiano berhasil menelan 560 gram cabai merah mentah!
Namun tak sedikit yang penasaran kemudian ingin menantang Capocchiano di festival tahun ini. Mengutip CNN, Rabu (10/9/2014), berikut penampakan festival makan cabai di Italia:
1. Surganya cabai
(festivalpepperoncino.org)
|
Chilli and Pepper Festival adalah ajang tahunan di Kota Diamante. Wilayah Calabria memang disebut-sebut sebagai 'surganya cabai', dan terkenal oleh kulinernya yang pedas. Warga Calabria tak hanya menambahkan cabai pada masakan, tapi juga susu dan salad buah!
Saat festival ini digelar, teras rumah warga dipenuhi cabai dan paprika warna hijau, merah, dan kuning. Warga setempat percaya, cabai bisa membawa keberuntungan dan mengusir arwah jahat.
2. Lomba makan cabai
(festivalpepperoncino.org)
|
Ajang yang ditunggu-tunggu dalam Chilli and Pepper Festival adalah Chilli Eaters' Marathon. Warga setempat makan cabai mentah yang telah dipotong-potong. Siapa yang makan terbanyak, dialah pemenangnya.
Mudah? Tentu saja tidak. Para kontestan harus makan berpiring-piring cabai mentah, 1 piring berisi 50 gram. Peraturannya, tak boleh minum sama sekali!
"Kepedasan di lidah dan tenggorokan tidak boleh mengganggu. Yang terpenting adalah membiarkan cabai itu masuk ke dalam lambung. Anda butuh semacam meditasi untuk itu," tutur Capocchiano.
3. Suasana kontes
(festivalpepperoncino.org)
|
Kontestan pria dan wanita dari berbagai usia duduk berderet di bangku panjang. Disaksikan para pengunjung dan wisatawan, mereka mengambil cabai menggunakan sendok dan mulai mengunyahnya.
Lalu apa hadiah untuk pemenangnya? Tak tanggung-tanggung, sang juara akan mendapatkan paket liburan 1 minggu menginap di resor untuk 2 orang.
4. Bagaimana kalau tak tahan?
(festivalpepperoncino.org)
|
Peraturan yang berlaku, kontestan tak boleh minum sama sekali untuk meredakan rasa pedas. Namun pihak penyelenggara menyediakan minyak zaitun dan roti, yang juga berkhasiat untuk meredam rasa pedas.
5. Dari pameran kuliner sampai obat kuat
(festivalpepperoncino.org)
|
Selain kompetisi ini, Chilli Pepper Festival juga menyuguhkan banyak aktivitas seru untuk turis. Ada pameran kuliner, film, pertunjukan seni, pameran perhiasan yang terinspirasi dari cabai, dan jazz yang digabung dengan musik lokal yakni Taranta.
Tak hanya itu, ada juga Chilli Love and Sex Potions dan berbagai ramuan lainnya. Kandungan dalam cabai konon punya kemampuan antiseptik sehingga bisa menyembuhkan demam dan bronkhitis.
Chilli and Pepper Festival adalah ajang tahunan di Kota Diamante. Wilayah Calabria memang disebut-sebut sebagai 'surganya cabai', dan terkenal oleh kulinernya yang pedas. Warga Calabria tak hanya menambahkan cabai pada masakan, tapi juga susu dan salad buah!
Saat festival ini digelar, teras rumah warga dipenuhi cabai dan paprika warna hijau, merah, dan kuning. Warga setempat percaya, cabai bisa membawa keberuntungan dan mengusir arwah jahat.
Ajang yang ditunggu-tunggu dalam Chilli and Pepper Festival adalah Chilli Eaters' Marathon. Warga setempat makan cabai mentah yang telah dipotong-potong. Siapa yang makan terbanyak, dialah pemenangnya.
Mudah? Tentu saja tidak. Para kontestan harus makan berpiring-piring cabai mentah, 1 piring berisi 50 gram. Peraturannya, tak boleh minum sama sekali!
"Kepedasan di lidah dan tenggorokan tidak boleh mengganggu. Yang terpenting adalah membiarkan cabai itu masuk ke dalam lambung. Anda butuh semacam meditasi untuk itu," tutur Capocchiano.
Kontestan pria dan wanita dari berbagai usia duduk berderet di bangku panjang. Disaksikan para pengunjung dan wisatawan, mereka mengambil cabai menggunakan sendok dan mulai mengunyahnya.
Lalu apa hadiah untuk pemenangnya? Tak tanggung-tanggung, sang juara akan mendapatkan paket liburan 1 minggu menginap di resor untuk 2 orang.
Peraturan yang berlaku, kontestan tak boleh minum sama sekali untuk meredakan rasa pedas. Namun pihak penyelenggara menyediakan minyak zaitun dan roti, yang juga berkhasiat untuk meredam rasa pedas.
Selain kompetisi ini, Chilli Pepper Festival juga menyuguhkan banyak aktivitas seru untuk turis. Ada pameran kuliner, film, pertunjukan seni, pameran perhiasan yang terinspirasi dari cabai, dan jazz yang digabung dengan musik lokal yakni Taranta.
Tak hanya itu, ada juga Chilli Love and Sex Potions dan berbagai ramuan lainnya. Kandungan dalam cabai konon punya kemampuan antiseptik sehingga bisa menyembuhkan demam dan bronkhitis.
(shf/shf)
Komentar Terbanyak
Viral Bule Sebut Bali 'Neraka Dunia', Dispar Badung Bereaksi
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5