Singapura -
Jakarta sedang diguyur hujan deras. Bukannya tak mungkin, tempat-tempat wisata juga akan kebanjiran. Setidaknya ada 4 destinasi top dunia yang tercatat pernah kebanjiran akibat hujan deras. Apa saja?
Pada 2010, wisatawan di Singapura sempat geger karena Orchard Road mengalami banjir. Beberapa mal terpaksa ditutup. Rupanya, Orchard Road bukanlah satu-satunya destinasi wisata yang pernah kebanjiran.
Setidaknya ada 4 destinasi top dunia yang tercatat pernah mengalami banjir. Dihimpun detikTravel, Jumat (23/1/2015), berikut daftarnya:
1. Orchard Road, Singapura
(Youtube)
|
Tahun 2010-2013, intensitas hujan di Singapura meningkat drastis. Tak pelak, banjir pun melanda beberapa wilayah di negara mungil itu. Pertengahan 2010 tepatnya 16 Juni, banjir bahkan melanda kawasan wisata paling terkenal di Singapura yakni Orchard Road.
Beberapa mal seperti Lucky Plaza dan Liat Towers kebanjiran, area basementnya bahkan tergenang air. Hal ini membuat geger para traveler karena sistem drainase di Singapura dianggap baik.
Dua hari kemudian, Public Utilities Board (PUB) alias Dinas Pekerjaan Umum setempat menggelar konferensi pers. Rupanya, ada satu sistem drainase di bawah Orchard Road yang tersumbat. Pemerintah Singapura kemudian menggelontorkan USD 25.000 (Rp 311 juta) untuk perbaikan drainase di Stamford Canal.
2. Kabah, Mekah
(Youtube)
|
Kiblat dari umat Muslim di seluruh dunia, Kabah di Mekah beberapa kali pernah kebanjiran. Kabah memang terletak di tengah lembah, dan kondisi tanah di Arab Saudi memang tidak menyerap air.
Banjir menghadang Mekah pada 1941, 1969, dan terakhir pada 2010. Namun banjir pada 1941 adalah yang paling besar. Beberapa foto hitam putih yang beredar di internet menggambarkan, para jamaah bahkan harus berenang untuk mencapai Kabah.
3. Venesia, Italia
(CNN)
|
'Acqua alta', begitu nama fenomena banjir yang kerap melanda kota kanal Venesia. Ini adalah fenomena di mana ombak besar Laut Adriatik menyapu pinggiran kanal, kemudian membanjiri kota bahkan menggenangi lantai dasar bangunan-bangunan di kota tersebut.
Acqua alta terparah dalam sejarah adalah pada 1966. Waktu itu, air laut menggenang sampai 1 meter tingginya. Acqua alta biasa terjadi bulan November-Maret, bahkan bisa setiap tahun. Fenomena terakhir yakni pada Februari 2013, ketinggian air mencapai 143 cm.
4. Grand Palace, Bangkok
(CNN)
|
Pada 2011, ibukota Thailand yakni Bangkok mengalami banjir besar. Sungai Chao Phraya meluber, menggenangi beberapa kawasan termasuk tempat wisata paling terkenal yakni Grand Palace.
Banjir tersebut merupakan yang terparah sejak tahun 1942. Selain Grand Palace, landmark Kota Bangkok yang juga terkena banjir adalah Democracy Monument.
Tahun 2010-2013, intensitas hujan di Singapura meningkat drastis. Tak pelak, banjir pun melanda beberapa wilayah di negara mungil itu. Pertengahan 2010 tepatnya 16 Juni, banjir bahkan melanda kawasan wisata paling terkenal di Singapura yakni Orchard Road.
Beberapa mal seperti Lucky Plaza dan Liat Towers kebanjiran, area basementnya bahkan tergenang air. Hal ini membuat geger para traveler karena sistem drainase di Singapura dianggap baik.
Dua hari kemudian, Public Utilities Board (PUB) alias Dinas Pekerjaan Umum setempat menggelar konferensi pers. Rupanya, ada satu sistem drainase di bawah Orchard Road yang tersumbat. Pemerintah Singapura kemudian menggelontorkan USD 25.000 (Rp 311 juta) untuk perbaikan drainase di Stamford Canal.
Kiblat dari umat Muslim di seluruh dunia, Kabah di Mekah beberapa kali pernah kebanjiran. Kabah memang terletak di tengah lembah, dan kondisi tanah di Arab Saudi memang tidak menyerap air.
Banjir menghadang Mekah pada 1941, 1969, dan terakhir pada 2010. Namun banjir pada 1941 adalah yang paling besar. Beberapa foto hitam putih yang beredar di internet menggambarkan, para jamaah bahkan harus berenang untuk mencapai Kabah.
'Acqua alta', begitu nama fenomena banjir yang kerap melanda kota kanal Venesia. Ini adalah fenomena di mana ombak besar Laut Adriatik menyapu pinggiran kanal, kemudian membanjiri kota bahkan menggenangi lantai dasar bangunan-bangunan di kota tersebut.
Acqua alta terparah dalam sejarah adalah pada 1966. Waktu itu, air laut menggenang sampai 1 meter tingginya. Acqua alta biasa terjadi bulan November-Maret, bahkan bisa setiap tahun. Fenomena terakhir yakni pada Februari 2013, ketinggian air mencapai 143 cm.
Pada 2011, ibukota Thailand yakni Bangkok mengalami banjir besar. Sungai Chao Phraya meluber, menggenangi beberapa kawasan termasuk tempat wisata paling terkenal yakni Grand Palace.
Banjir tersebut merupakan yang terparah sejak tahun 1942. Selain Grand Palace, landmark Kota Bangkok yang juga terkena banjir adalah Democracy Monument.
(sst/sst)
Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau