'Favela' di Brasil terkenal sebagai tempat yang rawan kriminal dan keras, tidak hanya untuk manusia, namun juga untuk binatang seperti anjing dan kucing. Banyak anjing dan kucing terlantar yang ada di perkampungan kumuh di Kota Caxias do Sul, Brasil. Masalahnya, populasi kucing dan anjing liar di sana sudah sangat membludak dan memprihatinkan.
Tidak jarang terlihat anjing dan kucing yang kurus karena kelaparan, penyakitan, sampai disiksa oleh para penghuni 'favela' atau perkampungan kumuh. Akhirnya salah satu lembaga hak asasi binatang di Brasil, So Ama, bergerak untuk menyelamatkan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
So Ama pun membuat rumah-rumah anjing dan kucing sederhana dari kayu dan besi bekas. Lama-lama jumlahnya jadi begitu banyak dan tidak ada ubahnya dengan favela Caxias do Sul, hanya saja penghuninya adalah anjing dan kucing liar.
Setidaknya sudah ada 1.600 anjing dan 200 kucing yang menghuni favela binatang milik So Ama. Sayang, sumbangan dari pemerintah yang kecil serta donasi yang tidak seberapa, membuat nasib anjing dan kucing di sana jadi terlunta-lunta.
Apabila diperhatikan, kondisi kucing dan anjing yang ada di sana juga tidak jauh beda dengan orang-orang miskin di favela Caxias do Sul. Ya, kemiskinan memang menjadi masalah bagi semua makhluk hidup tanpa terkecuali.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong