Duh Sayang, 5 Objek Wisata Bersejarah Hancur di Nepal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Duh Sayang, 5 Objek Wisata Bersejarah Hancur di Nepal

- detikTravel
Senin, 27 Apr 2015 12:50 WIB
Duh Sayang, 5 Objek Wisata Bersejarah Hancur di Nepal
(CNN)
Kathmandu - Gempa dahsyat yang melanda Nepal pada 25 April 2015 lalu tidak hanya memakan korban jiwa, namun juga merusak sejumlah situs wisata yang bersejarah. Setidaknya ada 5 situs bersejarah yang hancur di beberapa tempat di Nepal.

Tragedi gempa telah menghancurkan berbagai situs bersejarah di Nepal yang berumur ratusan tahun. Tentunya ini menjadi kabar duka juga bagi dunia pariwisata.

Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Senin (27/4/2015) berikut 5 situs bersejarah yang mengalami kerusakan parah:

1. Durbar Square Kathmandu

(CNN)
Dalam istilah Nepal, Durbar Square merupakan suatu istilah untuk plaza atau alun-alun yang memiliki berbagai landmark sejarah. Adapun salah satu situs bersejarah UNESCO yang mengalami kerusakan adalah Durbar Square di Kathmandu.

Di masa lalu, Durbar Square memiliki peranan penting sejak abad ketiga hingga Dinasti Rana. Di Durbar Square juga berdiri Hanuman Dhoka Palace Complex yang merupakan kediaman dari Kerajaan Nepal hingga abad ke-19.

Pada tahun 1943, gempa dahsyat juga sempat merusak beberapa bagian Durbar Square di Kathmandu, namun kerusakannya tidak separah gempa 7,8 Skala Richter yang kemarin terjadi. Kathmandu disebut-sebut sebagai kota yang mengalami kerusakan paling parah.

Beberapa situs bersejarah yang mengalami kerusakan parah di sekitara Durbar Square Kathmandu adalah Hanuman Dhoka,Β  Kuil Kasthamandap, Kuil Panchtale, Kuil Maju Deval, Basantapur Durbar, Kuil Dasa Avtar, Kuil Shiva Parvati, dan beberapa lainnya.

2. Durbar Square Patan

(Twitter)
Selain Durbar Square di Kathmandu, Durbar Square Patan di Lalitpur juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Durbar Square Patan juga merupakan satu dari tiga durbar square di Nepal yang masuk situs warisan sejarah UNESCO.

Durbar Square Patan yang dibangun pada abad ketiga juga terkenal akan berbagai kuil yang terbuat dari batu bata merah. Namun gempa yang terjadi kemarin meluluhlantakkan sebagian besar bangunan bersejarah di sana hingga rata dengan tanah.

Beberapa tempat bersejarah seperti Kuil Krishna Mandir, Kuil Hari Shanker, Kuil Uma Maheswar Temple, hingga Mul Chowk, dilaporkan menderita kerusakan yang cukup serius.

3. Durbar Square Bhaktapur

(Reuters)
Durbar Square ketiga yang masuk situs warisan dunia UNESCO adalah Durbar Square di Bhaktapur. Secara letak Durbar Square Bhaktapur berada di lokasi yang sama dengan Kerajaan Bhaktapur dulu.

Sayang, gempa yang terjadi kemarin juga meluluhlantakkan Durbar Square di Bhaktapur hingga rata dengan tanah. Tidak sedikit kuil indah yang berada di sekitaran Durbar Square menjadi rusak parah.

Pada tahun 1934, gempa yang dahsyat juga menimpa Bhaktapur dan menyisakan apa yang ada sekarang. Setelah peristiwa gempa yang terjadi kemarin, entah bangunan apalagi yang masih tersisa di kota yang disebut memiliki banyak kuil itu.

4. Dharahara Tower

(AFP)
Salah satu bangunan bersejarah di Kathmandu yang mengalami kerusakan parah adalah Menara Dharahara atau disebut juga Bhimsen Tower. Menara sembilan tingkat yang juga merupakan situs warisan dunia UNESCO ini rata dengan tanah.

Sejarahnya, Menara Dharahara dibangun pada tahun 1832 oleh perdana menteri saat itu yang bernama Bhimsen Thapa. Menara tertinggi di Nepal tersebut memiliki 213 anak tangga dan menyajikan pemandangan indah lembah Kathmandu yang mempesona.

Namun naas, gempa yang terjadi pekan lalu menewaskan sekitar 180 pengunjung yang tengah datang berwisata ke Menara Dharahara. Tidak hanya memakan ratusan korban jiwa, pembangunan kembali atas menara bersejarah tersebut juga dirasa sulit.

5. Boudhanath Stupa

(Twitter)
Nepal tidak hanya menjadi tempat suci bagi umat Hindu, namun juga umat Buddha. Di Kathmandu pun terdapat sebuah stupa terbesar di Nepal dan tersuci bagi umat Buddha Tibet, yakni Boudhanath Stupa. Stupa tersebut juga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Bagi umnat Buddha di seluruh dunia Boudhanath Stupa merupakan salah satu lokasi ziarah yang dianggap suci, kurang lebih seperti Mekkah bagi umat Muslim. Rumor menyebutkan kalau Buddha dan sejumlah pengikutnya bereinkarnasi sebagai binatang llama dan hidup di sekitar Boudhanath Stupa. Namun itu baru sebagian cerita yang berkembang.

Diperkirakan Boudhanath Stupa dibangun pada abad ke 5 oleh Raja Nepal yang bernama Sivadeva. Adapun stupa bersejarah itu ditemukan pada akhir abad ke 15, bersamaan dengan tulang dari Raja Amshuvarma.

Berdasarkan foto yang beredar di internet, terlihat kerusakan yang cukup parah dari Boudhanath Stupa. Disebutkan kalau beberapa bagian stupa hancur, walaupun tidak semua. Semoga bencana yang menimpa Nepal segera berlalu.
Halaman 2 dari 6
Dalam istilah Nepal, Durbar Square merupakan suatu istilah untuk plaza atau alun-alun yang memiliki berbagai landmark sejarah. Adapun salah satu situs bersejarah UNESCO yang mengalami kerusakan adalah Durbar Square di Kathmandu.

Di masa lalu, Durbar Square memiliki peranan penting sejak abad ketiga hingga Dinasti Rana. Di Durbar Square juga berdiri Hanuman Dhoka Palace Complex yang merupakan kediaman dari Kerajaan Nepal hingga abad ke-19.

Pada tahun 1943, gempa dahsyat juga sempat merusak beberapa bagian Durbar Square di Kathmandu, namun kerusakannya tidak separah gempa 7,8 Skala Richter yang kemarin terjadi. Kathmandu disebut-sebut sebagai kota yang mengalami kerusakan paling parah.

Beberapa situs bersejarah yang mengalami kerusakan parah di sekitara Durbar Square Kathmandu adalah Hanuman Dhoka,Β  Kuil Kasthamandap, Kuil Panchtale, Kuil Maju Deval, Basantapur Durbar, Kuil Dasa Avtar, Kuil Shiva Parvati, dan beberapa lainnya.

Selain Durbar Square di Kathmandu, Durbar Square Patan di Lalitpur juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Durbar Square Patan juga merupakan satu dari tiga durbar square di Nepal yang masuk situs warisan sejarah UNESCO.

Durbar Square Patan yang dibangun pada abad ketiga juga terkenal akan berbagai kuil yang terbuat dari batu bata merah. Namun gempa yang terjadi kemarin meluluhlantakkan sebagian besar bangunan bersejarah di sana hingga rata dengan tanah.

Beberapa tempat bersejarah seperti Kuil Krishna Mandir, Kuil Hari Shanker, Kuil Uma Maheswar Temple, hingga Mul Chowk, dilaporkan menderita kerusakan yang cukup serius.

Durbar Square ketiga yang masuk situs warisan dunia UNESCO adalah Durbar Square di Bhaktapur. Secara letak Durbar Square Bhaktapur berada di lokasi yang sama dengan Kerajaan Bhaktapur dulu.

Sayang, gempa yang terjadi kemarin juga meluluhlantakkan Durbar Square di Bhaktapur hingga rata dengan tanah. Tidak sedikit kuil indah yang berada di sekitaran Durbar Square menjadi rusak parah.

Pada tahun 1934, gempa yang dahsyat juga menimpa Bhaktapur dan menyisakan apa yang ada sekarang. Setelah peristiwa gempa yang terjadi kemarin, entah bangunan apalagi yang masih tersisa di kota yang disebut memiliki banyak kuil itu.

Salah satu bangunan bersejarah di Kathmandu yang mengalami kerusakan parah adalah Menara Dharahara atau disebut juga Bhimsen Tower. Menara sembilan tingkat yang juga merupakan situs warisan dunia UNESCO ini rata dengan tanah.

Sejarahnya, Menara Dharahara dibangun pada tahun 1832 oleh perdana menteri saat itu yang bernama Bhimsen Thapa. Menara tertinggi di Nepal tersebut memiliki 213 anak tangga dan menyajikan pemandangan indah lembah Kathmandu yang mempesona.

Namun naas, gempa yang terjadi pekan lalu menewaskan sekitar 180 pengunjung yang tengah datang berwisata ke Menara Dharahara. Tidak hanya memakan ratusan korban jiwa, pembangunan kembali atas menara bersejarah tersebut juga dirasa sulit.

Nepal tidak hanya menjadi tempat suci bagi umat Hindu, namun juga umat Buddha. Di Kathmandu pun terdapat sebuah stupa terbesar di Nepal dan tersuci bagi umat Buddha Tibet, yakni Boudhanath Stupa. Stupa tersebut juga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Bagi umnat Buddha di seluruh dunia Boudhanath Stupa merupakan salah satu lokasi ziarah yang dianggap suci, kurang lebih seperti Mekkah bagi umat Muslim. Rumor menyebutkan kalau Buddha dan sejumlah pengikutnya bereinkarnasi sebagai binatang llama dan hidup di sekitar Boudhanath Stupa. Namun itu baru sebagian cerita yang berkembang.

Diperkirakan Boudhanath Stupa dibangun pada abad ke 5 oleh Raja Nepal yang bernama Sivadeva. Adapun stupa bersejarah itu ditemukan pada akhir abad ke 15, bersamaan dengan tulang dari Raja Amshuvarma.

Berdasarkan foto yang beredar di internet, terlihat kerusakan yang cukup parah dari Boudhanath Stupa. Disebutkan kalau beberapa bagian stupa hancur, walaupun tidak semua. Semoga bencana yang menimpa Nepal segera berlalu.

(shf/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads