Hujan Ikan & 3 Fenomena Hujan Aneh Lainnya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hujan Ikan & 3 Fenomena Hujan Aneh Lainnya

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 22 Mei 2015 16:50 WIB
Hujan Ikan & 3 Fenomena Hujan Aneh Lainnya
Goulburn - Beberapa kota di dunia pernah mengalami kejadian aneh dan bikin traveler bertanya-tanya. Salah satunya, yakni fenomena hujan yang bukan air melainkan apel sampai ikan yang terjatuh dari langit!

Fenomena seperti itu memang tidak dapat diduga kapan terjadi dan tidak dapat diprediksi bakal di mana selanjutnya. Yang pasti, fenomena hujan aneh yang bukan air mampu buat traveler geleng-geleng kepala.

Disusun detikTravel, Jumat (22/5/2015) berikut 4 fenomena hujan aneh yang pernah terjadi di dunia:

1. Hujan apel di Inggris

(Thinkstock)
Tahun 2011 silam di Kota Coventry, Inggris traveler dikejutkan dengan hujan apel. Tepatnya, di jalan raya Keresley. Bayangkan, ratusan apel jatuh dari langit layaknya hujan!

Apel-apelnya punya ukuran kecil, berwarna hijau dan menghantam atap. Masyarakat setempat dan turis harus berlindung agar tidak terkena hantamannya. Terang saja, kaca-kaca sampai pecah dan mobil pun rusak. Padahal, jelas-jelas tidak ada pohon apel di sana.

"Pada dasarnya peristiwa ini disebabkan oleh pusaran udara, seperti tornado mini, mengangkat sesuatu dari tanah naik ke udara dan menjatuhkannya kembali ke bumi," ujar penjelasan dari pihak badan meteorologi setempat.

2. Hujan burung, Inggris

(Thinkstock)
Masih dari Inggris, tapi kali ini di pesisir selatannya yang berjarak sekitar 16 km dari Kota Portsmouth. Ketika turis dan masyarakat setempat sedang memancing, mereka dikagetkan dengan 500 burung yang sedang kebingungan di angkasa. Beberapanya, malah jatuh ke laut!

Fenomena hujan burung tersebut, terjadi pada bulan November 2012 silam. Diketahui, kawanan burungnya berasal dari Skandinavia yang sedang melakukan migrasi. Namun sayang, perubahan cuaca yang buruk malah membuat mereka bingung dan disorientasi arah. Terang saja, kala itu cuaca sedang berkabut tebal dan angin bertiup kencang di Inggris.

Burung-burungnya berjenis goldcrests, robins, thrushes dan blackbird. Kepala Britains Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) atau asosiasi perlindungan burung di Inggris, Martin Harper mengatakan bahwa angka kematian burung ini sungguh mengejutkan.

Banyaknya burung yang mati dalam fenomena ini akan berpengaruh pada keberadaan spesies burung di dunia. Yang mengherankan lagi, burung-burungnya sebenarnya terkenal dengan kondisi tubuh yang kuat untuk melakukan migrasi.

3. Hujan ikan, Honduras

(Thinkstock)
Setiap pertengahan tahun, Kota Yoro di Honduras selalu terkena badai besar. Awan hitam menggantung dan petir terus menyambar. Begitu selesai, fenomena yang aneh terjadi. Ratusan ikan turun dari langit!

Para peneliti menilai, ikan-ikannya terhempas ke langit oleh badai. Lalu, ikan-ikannya naik ke langit dan ketika badai reda, kembali jatuh ke tanah. Tapi masyarakat setempat justru punya keyakinan, bahwa itu adalah mukjizat!

Dikisahkan pada abad ke-19, seorang misioner asal Spanyol berdoa datangnya mukjizat untuk bisa memberi makanan kepada penduduk lokal. Lalu datanglah fenomena itu, tiap tahun hingga sekarang. Dengan kata lain, fenomena ini sudah terjadi selama lebih dari satu abad!

Menariknya lagi, masyarakat setempat pun bersuka cita tiap kali hujan ikan datang. Mereka juga membuat Festival de la Lluvia, yang menyuguhkan parade, musik dan beragam olahan ikan segar agar suasana makin meriah.

4. Hujan laba-laba, Australia

(Reuters)
Yang paling baru, adalah fenomena hujan laba-laba di Goulburn, New South Wales. Masyarakat setempat dibikin kaget, kala melihat jalanan ditutupi sarang laba-laba.

Bahkan, rerumputan yang berwarna hijau saja sampai menjadi putih karena tertutup benang laba-laba yang tebal. Pagar-pagar kayu juga tak ikut ketinggalan. Rasanya, jaring laba-laba seperti jatuh dari langit.

Menurut para ahli, hujan laba-laba terjadi ketika kelompok laba-laba dalam jumlah besar melakukan migrasi dengan memakai teknik yang disebut 'balooning'. Mereka akan menembakkan lusinan jaringnya sekaligus sehingga membentuk semacam parasut segitiga yang kemudian oleh angin mereka terbang ke tempat lain.

Cara ini disebut lebih efektif ketimbang berjalan. Usut punya usut, ini bukan sesuatu yang aneh yang dilakukan laba-laba. Hanya saja, manusia tidak pernah menyadarinya.

Biasanya, laba-laba akan bermigrasi dengan cara tersebut saat cuaca berawan pada musim gugur dan musim semi. Laba-labanya pun tidak berbahaya bagi manusia.
Halaman 2 dari 5
Tahun 2011 silam di Kota Coventry, Inggris traveler dikejutkan dengan hujan apel. Tepatnya, di jalan raya Keresley. Bayangkan, ratusan apel jatuh dari langit layaknya hujan!

Apel-apelnya punya ukuran kecil, berwarna hijau dan menghantam atap. Masyarakat setempat dan turis harus berlindung agar tidak terkena hantamannya. Terang saja, kaca-kaca sampai pecah dan mobil pun rusak. Padahal, jelas-jelas tidak ada pohon apel di sana.

"Pada dasarnya peristiwa ini disebabkan oleh pusaran udara, seperti tornado mini, mengangkat sesuatu dari tanah naik ke udara dan menjatuhkannya kembali ke bumi," ujar penjelasan dari pihak badan meteorologi setempat.

Masih dari Inggris, tapi kali ini di pesisir selatannya yang berjarak sekitar 16 km dari Kota Portsmouth. Ketika turis dan masyarakat setempat sedang memancing, mereka dikagetkan dengan 500 burung yang sedang kebingungan di angkasa. Beberapanya, malah jatuh ke laut!

Fenomena hujan burung tersebut, terjadi pada bulan November 2012 silam. Diketahui, kawanan burungnya berasal dari Skandinavia yang sedang melakukan migrasi. Namun sayang, perubahan cuaca yang buruk malah membuat mereka bingung dan disorientasi arah. Terang saja, kala itu cuaca sedang berkabut tebal dan angin bertiup kencang di Inggris.

Burung-burungnya berjenis goldcrests, robins, thrushes dan blackbird. Kepala Britains Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) atau asosiasi perlindungan burung di Inggris, Martin Harper mengatakan bahwa angka kematian burung ini sungguh mengejutkan.

Banyaknya burung yang mati dalam fenomena ini akan berpengaruh pada keberadaan spesies burung di dunia. Yang mengherankan lagi, burung-burungnya sebenarnya terkenal dengan kondisi tubuh yang kuat untuk melakukan migrasi.

Setiap pertengahan tahun, Kota Yoro di Honduras selalu terkena badai besar. Awan hitam menggantung dan petir terus menyambar. Begitu selesai, fenomena yang aneh terjadi. Ratusan ikan turun dari langit!

Para peneliti menilai, ikan-ikannya terhempas ke langit oleh badai. Lalu, ikan-ikannya naik ke langit dan ketika badai reda, kembali jatuh ke tanah. Tapi masyarakat setempat justru punya keyakinan, bahwa itu adalah mukjizat!

Dikisahkan pada abad ke-19, seorang misioner asal Spanyol berdoa datangnya mukjizat untuk bisa memberi makanan kepada penduduk lokal. Lalu datanglah fenomena itu, tiap tahun hingga sekarang. Dengan kata lain, fenomena ini sudah terjadi selama lebih dari satu abad!

Menariknya lagi, masyarakat setempat pun bersuka cita tiap kali hujan ikan datang. Mereka juga membuat Festival de la Lluvia, yang menyuguhkan parade, musik dan beragam olahan ikan segar agar suasana makin meriah.

Yang paling baru, adalah fenomena hujan laba-laba di Goulburn, New South Wales. Masyarakat setempat dibikin kaget, kala melihat jalanan ditutupi sarang laba-laba.

Bahkan, rerumputan yang berwarna hijau saja sampai menjadi putih karena tertutup benang laba-laba yang tebal. Pagar-pagar kayu juga tak ikut ketinggalan. Rasanya, jaring laba-laba seperti jatuh dari langit.

Menurut para ahli, hujan laba-laba terjadi ketika kelompok laba-laba dalam jumlah besar melakukan migrasi dengan memakai teknik yang disebut 'balooning'. Mereka akan menembakkan lusinan jaringnya sekaligus sehingga membentuk semacam parasut segitiga yang kemudian oleh angin mereka terbang ke tempat lain.

Cara ini disebut lebih efektif ketimbang berjalan. Usut punya usut, ini bukan sesuatu yang aneh yang dilakukan laba-laba. Hanya saja, manusia tidak pernah menyadarinya.

Biasanya, laba-laba akan bermigrasi dengan cara tersebut saat cuaca berawan pada musim gugur dan musim semi. Laba-labanya pun tidak berbahaya bagi manusia.

(Afif Farhan/Afif Farhan)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads