Pinacotheque de Paris, Museum Seni yang Baru di Singapura

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Singapura

Pinacotheque de Paris, Museum Seni yang Baru di Singapura

Siti Rahmi Anjani - detikTravel
Sabtu, 30 Mei 2015 11:25 WIB
Pinacotheque de Paris, Museum Seni yang Baru di Singapura
(Siti Rahmi Anjani/detikTravel)
Singapura - Bagi pecinta seni yang berniat melancong ke Singapura, ada sebuah destinasi baru yang tak boleh dilewatkan. Ada Museum Singapore Pinacotheque de Paris (SPdP) yang menampilkan karya seni dari seluruh dunia.

Museum baru ini terletak di Fort Canning Arts Centre, 5 Cox Terrace. Pinacotheque de Paris (SPdP) adalah museum seni asal Prancis yang untuk pertama kalinya membuka cabang di kawasan Asia Pasifik. Museum ini baru saja dibuka untuk umum hari ini, Sabtu (31/5/2015).

detikTravel mendapat kesempatan untuk mengintip Museum Pinacotheque de Paris lebih awal pada Jumat (30/5). Acara yang didukung oleh Singapore Tourism Board tersebut memang salah satu cara pemerintah menggalakkan dunia seni di Negeri Merlion.

Singapura dipilih menjadi jejak pertama cabang Pinacotheque bukan tanpa alasan. Negara berlambang Merlion tersebut dianggap memiliki latar belakang penduduk yang beragam dan faktor dukungan dari pemerintah.

"Sebagai orang Prancis, kita tertarik dengan penduduk beragam agama yang tinggal bersama di Singapura. Saya tertarik dengan gedung ini dari awal, untungnya pemerintah juga mendukung," kata Marc Restellini selaku founder dari SPdP.

SPdP sendiri merupakan museum yang menyuguhkan karya seni pinjaman kolektor. Di sini, koleksi dipisahkan ke dalam tiga galeri, yakni The Collections Gallery yang menampilkan kombinasi karya seni berbagai negara, Heritage Gallery yang menyuguhkan kumpulan artefak demi menceritakan sejarah Asia Tenggara, dan The Features Gallery yang menawarkan koleksi bertema khusus, kali ini Cleopatra.

Benda-benda seni dan bersejarah tersebut pun datang dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Yang menarik, artefak dari Tanah Air yang ditampilkan di sini tidak bisa dibilang sedikit. Dalam Collection Gallery misalnya, benda-benda seni Indonesia disandingkan dengan karya Picasso, Monet, dan Pollock.

Begitu juga dalam Heritage Gallery, Di ruangan itu, sekitar 80% karya datang dari Indonesia. Alasannya, benda seni dari Jawa, Bali, hingga Sumatera dianggap berhubungan erat dengan sejarah Singapura.

Artefak Indonesia bukan hanya menjadi perhatian karena mendominasi koleksi Heritage Gallery. Marc, sang founder bahkan berpendapat jika seni Afrika terinspirasi dari Batak. Menurutnya jika banyak artis terinspirasi gaya Afrika secara tidak sadar mereka terinspirasi dari Batak.

"Saya melihat eksibisi Batak di Singapura tahun lalu. Saya menemukan jika artefak Indonesia sangat mirip dengan punya Afrika. Saya berpikir tidak mungkin jika tidak ada hubungannya. Dulu ada orang Indonesia yang naik kapal ke Madagaskar. Mungkin karya seni dibawa dan bercampur," jelas Marc.

SPdP dibuka untuk umum, tanpa tiket masuk. Menurut pemandu wisata yang menemani detikTravel, pengunjung paling nyaman datang ke daerah ini menggunakan mobil pribadi atau taksi karena daerah yang menanjak. Namun bila Anda harus menggunakan MRT atau bus, bisa turun di Stasiun Dhobby Gaut atau Stasiun Old Hill Street Police Station. Tempat ini dibuka dari pukul 10.00-19.30 pada Minggu-Kamis serta 10.00-20.30 saat Jumat hingga Sabtu.

(Sri Anindiati Nursastri/Sri Anindiati Nursastri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads