Amuse Museum lokasinya dekat dengan Kuil Asakusa di Tokyo. Tepat sebelum pintu masuknya, di sebelah kiri, museumnya berupa ruko dan kebanyakan traveler akan mengiranya sebagai toko suvenir. Namun begitu melihat bagian dalamnya dan naik sampai lantai 6, terdapat aneka koleksi yang bisa bikin takjub.
detikTravel bersama rombongan media dari Jakarta, atas undangan Japan National Toursim Organization (JNTO) dan Cathay Pacific, beberapa waktu lalu mampir ke Amuse Museum. Satu hal yang paling unik di dalamnya yakni sepatu yang terbuat dari kulit ikan salmon.
Sepatunya berada di dalam kotak kaca, bentuknya seperti sepatu boot dan berwarna hitam. Di bagian alas sepatunya, terdapat tonjolan sirip ikan yang diambil dari ikan salmon.
Usut punya usut, ternyata kulit ikan salmon yang bersisik dan siripnya yang tajam, membuat sepatu tersebut bisa digunakan di medan bersalju. Alasnya akan memudahkan orang untuk berjalan di atas es dan tidak mudah terpeleset.
Sepatu ini kebanyakan digunakan oleh orang-orang Jepang yang mendiami wilayah di bagian utara, pada tahun 1950-an. Bukan tanpa sebab, bagian utara Jepang akan kena cuaca ekstrem salju ketika musimnya tiba. Salju bisa menumpuk sampai 6 bulan!
Nah, orang-orang yang memakai sepatu dari kulit ikan salmon sebenarnya adalah para petani dan nelayan. Mereka tetap harus bekerja, demi menyambung hidup. Mengapa tidak membeli sepatu boot saja, karena harganya terlalu mahal.
Kini, sudah jarang orang yang menggenakan sepatu dari kulit ikan salmon itu. Paling-paling hanya beberapa yang masih tinggal di pedalaman. Untuk melihatnya lebih dekat, datang saja ke Amuse Museum yang hanya 5 menit jalan kaki dari Tokyo Metro Asakusa Station. Tiket masuknya, sebesar 1.080 Yen atau sekitar Rp 116 ribu.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong