Memalukan! Pengunjung Cuek Corat-coret Jabal Rahmah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Arab Saudi

Memalukan! Pengunjung Cuek Corat-coret Jabal Rahmah

Nurvita Indarini - detikTravel
Selasa, 14 Jul 2015 12:31 WIB
Memalukan! Pengunjung Cuek Corat-coret Jabal Rahmah
Pengunjung yang mencoret Jabal Rahmah (Nurvita/detikTravel)
Makkah - Entah apa yang ada di pikiran pengunjung di Jabal Rahmah. Seakan tak puas berdoa di sana, mereka masih saja merusak dan mencoret-coret dengan cuek. Aduh!

Jabal Rahmah disebut sebagai tempat bertemunya Adam dan Hawa. Gunung yang menjadi saksi romantisme keduanya ini pun hingga kini kerap dikunjungi para jemaah haji dan umrah. Batu-batu dan tugu yang ada kotor dengan coretan nama laki-laki dan perempuan. Konon, jika menuliskan nama sendiri dan pasangan dan calon pasangan di sini, maka cintanya akan kekal. Padahal itu cuma mitos.

Setelah bersusah payah mendaki, di puncak gunung batu Jabal Rahmah, akan dijumpai sebuah monumen. Sudah jelas terpampang di monumen tersebut informasi berbagai kesalahan dari pengunjung yang kerap dilakukan seperti salat sunnah di Jabal Rahmah, mencorat-coret dinding tugu dan batu, bahkan mencium dan memeluk tugu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mau didekatkan jodohnya, berdoa kepada Allah. Bukan dengan moncorat-coret Jabal Rahmah, atau mencium-cium Jabal Rahmah," pesan mutawwif dari First Travel, Mubashir, di lokasi awal Juni lalu.

Pria yang akrab disapa Cak Bashir itu menjelaskan Nabi Muhammad SAW tidak pernah datang ke Jabal Rahmah, kecuali di Hari Arafah. Nabi pun tidak pernah memerintahkan untuk salat, mengusap batu atau pohon, juga menulis di batu-batu yang ada.

Meski demikian masih ada saja pengunjung yang nakal. Lihat saja, batu-batu dan dinding monumen begitu kotor dengan coretan spidol. Bahkan sampai ada orang yang menyewakan spidol untuk mencorat-coret. Nakal sekali ya.

Jika Anda mengunjungi Jabal Rahmah, sebaiknya menolak jasa tukang foto yang ada di sana. Sebab tingkah mereka bisa menguras dompet Anda. Kerap kali mereka menjepret Anda beberapa kali, dan Anda harus membayar semua foto hasil jepretannya dengan harga yang cukup mahal. Lebih baik membawa kamera sendiri, atau cukup menggunakan kamera handphone.

"Kalau ada yang menawarkan untuk memfoto jangan mau ya, mahal," pesan Cak Bashir kepada para jemaah umrah.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads