Jabal Rahmah disebut sebagai tempat bertemunya Adam dan Hawa. Gunung yang menjadi saksi romantisme keduanya ini pun hingga kini kerap dikunjungi para jemaah haji dan umrah. Batu-batu dan tugu yang ada kotor dengan coretan nama laki-laki dan perempuan. Konon, jika menuliskan nama sendiri dan pasangan dan calon pasangan di sini, maka cintanya akan kekal. Padahal itu cuma mitos.
Setelah bersusah payah mendaki, di puncak gunung batu Jabal Rahmah, akan dijumpai sebuah monumen. Sudah jelas terpampang di monumen tersebut informasi berbagai kesalahan dari pengunjung yang kerap dilakukan seperti salat sunnah di Jabal Rahmah, mencorat-coret dinding tugu dan batu, bahkan mencium dan memeluk tugu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang akrab disapa Cak Bashir itu menjelaskan Nabi Muhammad SAW tidak pernah datang ke Jabal Rahmah, kecuali di Hari Arafah. Nabi pun tidak pernah memerintahkan untuk salat, mengusap batu atau pohon, juga menulis di batu-batu yang ada.
Meski demikian masih ada saja pengunjung yang nakal. Lihat saja, batu-batu dan dinding monumen begitu kotor dengan coretan spidol. Bahkan sampai ada orang yang menyewakan spidol untuk mencorat-coret. Nakal sekali ya.
Jika Anda mengunjungi Jabal Rahmah, sebaiknya menolak jasa tukang foto yang ada di sana. Sebab tingkah mereka bisa menguras dompet Anda. Kerap kali mereka menjepret Anda beberapa kali, dan Anda harus membayar semua foto hasil jepretannya dengan harga yang cukup mahal. Lebih baik membawa kamera sendiri, atau cukup menggunakan kamera handphone.
"Kalau ada yang menawarkan untuk memfoto jangan mau ya, mahal," pesan Cak Bashir kepada para jemaah umrah.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?