Lorong Rahasia Perang Dunia II Dibuka di Inggris, Apa Isinya?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Lorong Rahasia Perang Dunia II Dibuka di Inggris, Apa Isinya?

Johanes Randy - detikTravel
Senin, 27 Jul 2015 17:45 WIB
Lorong Rahasia Perang Dunia II Dibuka di Inggris, Apa Isinya?
Fan Bay Deep Shelter di Inggris (AFP)
Dover - Perang menyisakan luka dan sejumlah tempat bersejarah yang sarat cerita. Di Inggris, sebuah lorong rahasia bekas Perang Dunia II belum lama dibuka untuk wisatawan setelah terkubur 60 tahun lamanya. Ada apa saja di dalamnya?

Tersembunyi di bawah White Cliff Kota Dover, sebuah lorong rahasia yang dahulu digunakan Inggris saat Perang Dunia II melawan NAZI Jerman. Dilansir detikTravel dari AFP, Senin (27/7/2015) lorong itu dibuka kembali untuk wisatawan setelah ditutup selama 60 tahun.

Sejarahnya, lorong tersebut digali pada Juli 1940 setelah kunjungan Perdana Menteri Winston Churchill ke Dover. Saat itu ia murka ketika melihat kapal Jerman yang berlayar melewati selat antara Inggris dan Prancis yang dikuasai oleh NAZI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian muncullah inisiatif dari Winston untuk menggali lorong pertahanan yang akhirnya diberi nama Fan Bay Deep Shelter. Setelah dibangun selama 100 hari, lorong seluas 325 meter persegi itu digunakan sebagai tempat pertahanan Inggris sebelum ditinggalkan pada tahun 1950.

Setelah lama ditinggalkan, pihak konservasi dari The National Trust menemukan kembali lorong tersebut setelah membeli tebing tersebut pada tahun 2012. Semenjak saat itu, Fan Bay Deep Shelter mulai dibangkitkan kembali untuk wisatawan.

"Itu adalah potongan penting dari peninggalan perang dan bagian dari sejarah yang terlupakan," ujar manajer proyek yang bernama Jon Barker.

Lorong tersebut terbuat dari baja yang mulai berkarat, di mana besi yang ada menutupi batu kapur yang ada di baliknya. Suhu di dalam gua itu pun tergolong dingin, yakni sekitar 12 derajat Celcius selama sepanjang tahun.

Di dalamya traveler dapat menemukan berbagai peninggalan para tentara Inggris, sebut saja kotak rokok, telegram, pakaian, hingga senapan. Berbagai grafiti hingga coretan di tembok yang dulu dibuat oleh para tentara pun, masih terlihat dengan jelas.

"Sekarang lorong tersebut telah ditinggalkan, terasa begitu kosong dan sepi. Tapi saat tahun 1940, ini adalah tempat yang sangat sibuk," ujar Jon Barker.

Salah satu peninggalan sejarah yang paling menarik adalah cermin akustik yang konon digunakan pada Perang Dunia I. Sebelum ditemukannya radar, cermin akustik tersebut digunakan sebagai penanda datangnya pesawat, kapal, hingga serangan tembakan musuh.

Jika tertarik untuk berwisata ke dalam Fan Bay Deep Shelter di Inggris, traveler dapat mengikuti tur yang diselenggarakn oleh para sukarelawan dengan membayar 10 Poundsterling atau sekitar Rp 209 ribu. Cocok untuk Anda yang menggemari sejarah tentang Perang Dunia.

(rdy/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads