Umumnya sebuah museum dibuat dibuat di tengah kota dan mudah dicapai oleh traveler. Adapun sebuah museum yang baru dibuka di Italia tidak dibuat di tengah kota, melainkan di atas puncak gunung. Untuk mencapainya harus mendaki gunung dulu.
Berada di atas puncak Gunung Kronplatz di Provinsi Tyrol Selatan, Italia yang memiliki ketinggian 2.275 Mdpl, berdiri museum MMM Corones. Museum tersebut dibuat oleh Reinhold Messner, pendaki gunung veteran sekaligus sang pencetus ide.
Dilansir detiktravel, Jumat (31/7/2015) menggandeng arsitek kenamaan Irak, Zaha Hadid, Messner membuat enam museum di atas gunung yang merupakan bagian dari proyek 'Messner Mountain Museum.' MMM Corones pun merupakan museum terakhir yang dibangun oleh Messner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi desain, museum yang dibuat di atas Gunung Kronplatz tersebut memang sangat unik. Museum tersebut dibuat menembus gunung dan terbagi ke dalam beberapa tingkatan di bawah tanah. Suhu udara pun dibuat konstan, baik pada musim panas maupun musim dingin.
"Hal utama tentang museum ini adalah kombinasi dari lokasi, pemandangan, dan arsitektur," ujar Messner seperti diberitakan media Daily Mail.
Namun selain desain dan letak museum yang unik, kelebihan utama MMM Corones dapat dilihat dari indahnya pemandangan di sekeliling museum. Dari MMM Corones, traveler dapat melihat keindahan Pegunungan Dolomites.
Museum tersebut bahkan juga dilengkapi dengan fasilitas bioskop dengan 20 bangku. Ke depannya, MMM Corones akan dibuat sebagai tempat pameran hingga diskusi dan pemutaran film bagi komunitas.
MMM Corones juga bersinergi dengan resor ski yang berada di Kronplatz. Pengunjung yang tidak mau capek mendaki mungkin bisa mencapai museum dengan menaiki fasilitas kereta gantung yang telah disediakan.
Museum tersebut pun telah dibuka pada akhir bulan ini. Traveler yang mengaku pecinta gunung dan seni agaknya bisa mampir ke MMM Corones jika sedang liburan ke Italia.
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?