"You're on top 5 most beautiful spot to do paragliding," tutur Tom, seorang Australia yang menjadi tandem paralayang di Pokhara selama 8 tahun belakangan saat menjelaskan kepada detikTravel ketika berada di Pokhara, Nepal.
Tom, yang kini berusia 55 tahun, mengatakan hal tersebut saat saya mencapai ketinggian 2.800 mdpl. Panorama Kota Pokhara, Nepal tampak sangat cantik dari atas sini. Rumah-rumah tampak mungil berpagar perbukitan hijau. Istimewanya lagi, beberapa puncak Pegunungan Annapurna tampak jelas dari sini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fishtail adalah nama salah satu puncak tertinggi di Annapurna, selain tentunya Everest yang jadi puncak tertinggi di dunia. Saya takjub dan menghela nafas panjang.
Tom menggerakan payung raksasa sehingga kami melambung semakin tinggi, di ketinggian 3.000 mdpl. Saya merasakan udara semakin tipis di titik ini. Namun sudut pandang saya berganti arah, dari lanskap Kota Pokhara menjadi Danau Phewa yang sungguh indah.
detikTravel menyambangi Nepal pada Maret 2015 silam, beberapa minggu sebelum gempa melanda negeri eksotis tersebut. Waktu itu harga paralayang adalah USD 90 (Rp 1,2 juta), untuk 20-30 menit di ketinggian. Dimulai dari atas bukit, dan mendarat di pinggir Danau Phewa. Terasa sangat lama, karena tekanan udara akan membuat traveler mudah mual terutama yang tidak biasa dengan ketinggian.
Tom sendiri sudah menjadi atlet paralayang setidaknya 15 tahun belakangan. Ketika detikTravel bertanya tentang spot paralayang di negara mana yang terbaik, Tom menjawab Kashmir (India), Australia, dan tentunya Pokhara.
Namun dari semua spot paralayang, menurut Tom, Pokhara adalah yang terindah karena udara dan cuacanya sangat menyenangkan. Waktu itu suhu berkisar antara 20-24 derajat Celcius, angin berhembus sejuk namun cahaya matahari tetap bersinar hangat.
Hari itu, tak sedikit traveler yang melakukan tandem paralayang. Meski ada banyak operator paralayang di Pokhara, tak ada perbedaan harga antara satu operator dengan yang lainnya. Rupanya hal itu sudah menjadi kebijakan di kota yang berjarak tempuh sekitar 6 jam perjalanan darat dari Kathmandu itu.
(shf/Aditya Fajar Indrawan)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru