Hari Pariwisata Dunia di Pakistan, Ada Tur Kereta Sejarah

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Hari Pariwisata Dunia di Pakistan, Ada Tur Kereta Sejarah

Johanes Randy - detikTravel
Senin, 28 Sep 2015 18:10 WIB
Hari Pariwisata Dunia di Pakistan, Ada Tur Kereta Sejarah
Bandara di Lahore, Pakistan (Youtube)
Peshawar - Berbagai negara di dunia tidak mau ketinggalan dalam merayakan Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada 27 September 2015 kemarin. Di Pakistan misalnya, ada tur kereta sejarah.

Nama Pakistan memang belum populer sebagai destinasi wisata di kalangan traveler, sekali pun ada banyak destinasi wisata sejarah. Tidak mau ketinggalan dengan India dan banyak negara lainnya, Pakistan juga turut merayakan Hari Pariwisata Dunia.

Seperti dilansir detikTravel dari berbagai sumber, Senin (28/9/2015) media Tribune Pakistan memberitakan tentang tur kereta ke kota bersejarah Attock Khurd yang diselenggarakan Minggu kemarin (27/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara tur kereta tersebut diselenggarakan oleh perusahaan wisata Khyber-Pakhtunkhwa (TCKP) yang bekerjasama dengan Pakistan Railways dan Sehrai Travels. Sesuai dengan semangat Hari Pariwisata Dunia, tur tersebut juga berfungsi untuk mempromosikan pariwisata setempat.

Bersama dengan Sekretaris Pemuda Bidang Olahraga, Pariwisata, Arkeologi, dan Museum Peshawar yang bernama Muhammad Tariq Khan, peserta tur yang terdiri dari sejumlah remaja dari organisasi pemuda, perwakilan dari institusi wanita, hingga tim kriket Peshawar diajak menyusuri rute bersejarah Rawalpindi–Landikotal menuju Attock Khurd.

Tur tersebut juga menyusuri tujuh lorong era kolonial, dengan Aornos sebagai lorong terakhir. Sejarahnya nama Aornos diambil dari nama situs yang dilalui oleh Alexander Agung sebelum melintasi Sungai Indus menuju India.

Selain mengadakan tur kereta, Pakistan juga hadir di UNWTO General Assembly tahun ini setelah absen selama hampir 10 tahun. Perlahan tapi pasti, Pakistan mulai berbenah dan meninggalkan stereotipnya sebagai kota yang rawan teroris, seperti diberitakan media Dispatch News Desk.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads