Pada masa Perang Dunia II, sebuah pabrik keramik di Kota Aix-en-Provence, Prancis menjadi mimpi buruk. Dilansir detikTravel dari situs Camp des Milles, Sabtu (10/10/2015) dahulu pabrik tersebut berfungsi sebagai penjara kaum Yahudi hingga para seniman.
Ketika perang pecah pada tahun 1939, pihak Prancis yang berseberangan dengan NAZI merasa resah akan kehadiran para ekspat Jerman dan Austria yang tinggal di bagian Selatan Prancis. Alasannya, pihak Prancis curiga bahwa mereka merupakan mata-mata musuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Camp des Milles)
Seniman yang ditahan di Camp des Milles bervariasi dari pelukis, fotografer, pemahat, aktor, arsitek, hingga penulis. Nama terkenal pelukis Max Ernst hingga fotografer surealis Hans Belmer dikabarkan pernah menjadi tahanan di Camp des Milles.
Tapi berbeda dengan camp konsentrasi NAZI lainnya, Camp des Milles tidak berada di bawah NAZI melainkan pihak Prancis. Selama ditahan para seniman mencoba mengekspresikan kebosanannya dengan berkarya, di mana karyanya dapat dilihat di dalam penjara tersebut.
Sejumlah naskah, 300 lukisan, hingga tembok yang dicat dengan kartun dan mural diciptakan oleh para seniman yang ditahan kala itu. Adapun sejumlah tahanan yang terbukti tidak bersalah dibebaskan dan dibiarkan pergi dari Camp des Milles.
(Camp des Milles)
Namun ketika Prancis menyerah ke Jerman pada tahun 1940, Camp des Milles beralih tangan dan menjadi semakin mengerikan. Sejumlah pengungsi Yahudi, orang yang disangka komunis, tahanan politik, hingga orang asing yang tinggal di Prancis dijebloskan ke sana.
Seiring dengan berjalannya waktu, Camp des Milles semakin ramai dengan tahanan Yahudi dan kian kumuh. Kondisi di dalamnya sudah tidak pantas disebut sebagai penjara dan mengundang keputusasaan para tahanan.
Ratusan tahanan di Camp des Milles juga dipindahkan ke Auschwitz untuk dibunuh secara besar-besaran. Setelah itu Camp des Milles sempat beralih jadi perusahaan senjata, sebelum akhirnya kembali lagi menjadi pabrik keramik.
Tiga dekade setelahnya, sejumlah pihak dan bekas tahanan Camp des Milles mengklaim dan menjadikan tempat tersebut sebagai monumen peringatan akan kejadian di masa lalu. Pada 10 September 2010, Camp de Milles dibuka kembali menjadi museum.
(Camp des Milles)
Sejumlah coretan hingga tulisan yang ada di dinding dapat dilihat oleh traveler, yang secara tidak langsung menjadi bukti sejarah di sana. Sejumlah karya seniman beserta penjelasannya juga dapat dilihat.
Pengunjung yang datang ke sana pun akan disambut oleh pihak keamanan dan tentara bersenjata. Mengingatkan pengunjung akan sejarah kelam yang dulu pernah terjadi di Camp des Milles yang tidak banyak diketahui.
Museum buka setiap hari dari pukul 10.00-19.00. Harga tiketnya adalah 9,50 Euro atau sekitar Rp 146 ribu. Tapi perlu diingat, setiap pengunjung anak-anak diharuskan didampingi oleh orang tua.
(rdy/adf)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran