Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 17 Nov 2015 08:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Traveling ke Maroko Bebas Visa Lho!

Femi Diah
detikTravel
Jalan Soekarno di Maroko (Femi/detikTravel)
Marrakesh - Tidak usah ribet mengurus visa kalau mau traveling ke Maroko. Ikatan sejarah membuat Maroko membebaskan visanya untuk traveler Indonesia.

Maroko mungkin masih kalah populer dibandingkan Arab Saudi, Dubai, Turki atau Mesir. Padahal, tidak sulit bagi traveler Indonesia untuk masuk ke Maroko. Traveler Indonesia bebas visa ke sana begitu pula sebaliknya.

Konon ceritanya -karena tak ada catatan resmi- kemudahan itu didapatkan WNI berkat presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Begini ceritanya...

Di tahun 1955, Indonesia mempunyai hajatan Konferensi Asia Afrika di Bandung. Salah satu undangannya adalah pejuang kemerdekaan Maroko. Dari sana, pejuang Maroko itu terinspirasi untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan.

Nah, Maroko merdeka satu tahun kemudian, 1956. Di tahun 1960 Bung Karno melakukan kunjungan ke Maroko dan menjadi kepala negara pertama yang melakukan kunjungan ke Negeri Maghribi itu.

Saat ditanya oleh Raja Muhammad V, Bung Karno mau hadiah apa dari Maroko. Bung Karno menjawab ingin agar rakyat Indonesia merasa berada di rumah sendiri jika ke Maroko.

Permintaan itu dijawab dengan WNI bebas visa ke Maroko dan sebaliknya. Kemudahan itu berlaku sampai sekarang.

"Soal bebas visa itu sudah diformalkan dalam peraturan keimigrasian Indonesia yang baru, termasuk Perpres Nomor 69 tahun 2015 tentang Bebas Visa Kunjungan," kata Muhammad Hartantyo, pelaksana fungsi protokol dan konsuler KBRI Rabat, kepada detikTravel ketika berkunjung ke sana beberapa pekan lalu.

Bukti kedekatan Indonesia dan Maroko lainnya juga di Kota Rabat. Ada jalan Soekarno di kota itu. Selain itu ada Bundaran Bandung di Casablanca dan Masjid Sukarno di Kota Kenitra.

Kembali ke soal bebas visa, keistimewaan itu berlaku sampai 90 hari. Jika berencana tinggal lebih lama maka WNI bakal diminta untuk membuat kartu domisili.

(sst/sst)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA