Di rangkaian Pegunungan Alpen, terdapat banyak gunung yang bisa didaki para pendaki. Salah satunya adalah Gunung Matterhorn yang berlokasi di perbatasan Swiss dan Italia, tapi masuk dalam wilayah Swiss. Para pendaki harus menuju ke kota Zermatt dulu di bagian selatan Swiss.
Dari informasi yang dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (27/11/2015) Gunung Matterhorn punya ketinggian 4.478 mdpl dengan bagian puncak yang memilki es abadi, gletser dan selalu tertutup salju setiap tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(NoticiaFull/Youtube)
Solvay Hut pun berada di ketinggian 4.003 mdpl, ketinggian yang bukan main-main karena suhunya pasti bisa di bawah 0 derajat Celcius. Tapi pertanyaannya, mengapa ada rumah di situ?
Sejarahnya begini, Solvay Hut ternyata sudah ada sejak tahun 1915. Orang yang mendirikan rumah tersebut, adalah seorang pendaki asal Belgia bernama Ernest Solvay.
Solvay membangun rumahnya agar menjadi tempat darurat untuk para pendaki yang sedang menuju puncak Gunung Matterhorn. Usut punya usut, ketika sedang mendaki gunungnya, dia terkena badai hebat dan nyaris meninggal. Maka setelah kejadian itu, dia mengumpulkan uang dan membangun rumah tersebut.

(NoticiaFull/Youtube)
Rumahnya tidak terlalu besar, hanya terbuat dari kayu dan paling maksimal menampung 10 orang. Dari kaki gunung, rumahnya tidak terlihat dengan mata telanjang. Tapi begitu sedang mendaki ke puncak, para pendaki akan dikagetkan dengan rumah kayu di pinggir tebing ini.
Tahun 1966, rumahnya diambil alih oleh Swiss Alpine Club, organisasi pendaki gunung paling besar dan tertua di Swiss. Siwss Alpine Club menambah beberapa fasilitas di sana, seperti memasang telfon satelit dan menambah pemanas ruangan agar lebih nyaman. Tapi tentu, tidak mengubah fungsi aslinya sebagai tempat darurat. Untuk mengenang Solvay, akhirnya rumah ini diberi nama Solvay Hut.
Para penghuni Solvay Hut adalah tim pendaki dari Swiss Alpine Club. Mereka bertugas berjaga di sana, untuk memantau para pendaki dan berjaga-jaga ketika terjadi badai. Para pendaki pun dilarang untuk bermalam di Solvay Hut, kecuali dalam keadaan darurat.

(NoticiaFull/Youtube)
Pemandangan dari Solvay Hut pun sangat menakjubkan. Terlihat, rangkaian Pegunungan Alpen yang bagian atasnya tertutup salju. Gumpalan awan pun serasa dekat sekali. Tapi untuk ke sana, sama seperti naik ke puncak Gunung Matterhorn, harus memakai tali dan menggunakan teknik panjat tebing.
Walau tak bisa bermalam di sana, para pendaki tidak kecewa. Cukup mampir sejenak di bagian 'teras' di luar rumahnya sudah bikin puas. Sudah membuat para pendaki merasakan, rumah dengan pemandangan paling indah di Bumi.
Berikut cuplikan singkat pendakian ke Solvay Hut:
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Koster: Wisatawan Domestik ke Bali Turun gegara Penerbangan Sedikit
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Koster Akui Jumlah Wisatawan Domestik ke Bali Turun di Libur Nataru