Ada satu destinasi wisata yang sangat menarik di Melbourne, yang berada di Negara Bagian Victoria, namanya Phillip Island. Phillip Island merupakan taman nasional kebanggaan Australia. Aneka flora dan fauna khas Australia hidup dan dilindungi di wilayah ini. Di pulau kecil ini pula, ratusan bahkan ribuan ekor penguin singgah setiap hari.
Di Phillip Island, Anda bisa melihat langsung hewan-hewan penguin berbaris lucu menuju daratan. Menggemaskan! Tak heran jika Penguin Parade di Phillip Island Nature Parks menjadi salah satu atraksi paling populer di Australia. Phillip Island sendiri merupakan kawasan pinggiran Melbourne yang bisa ditempuh dengan berkendara selama sekitar 90 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Phillip Island (Rita/detikTravel)
Dalam event media trip atas undangan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Tourism Australia, detikTravel berkesempatan menyaksikan pemandangan langka itu. Tur Melbourne yang berlangsung 7-13 Desember ini merupakan bagian dari upaya Garuda Indonesia dan lembaga Tourism Australia untuk menjalin kerja sama promosi pemasaran, guna meningkatkan pariwisata Indonesia dan Australia.
Penguin yang ada di Phillip Island adalah jenis kecil dan merupakan satu-satunya jenis spesies penguin yang ada di Australia. Penguin-penguin ini setiap harinya berenang di lautan untuk mencari ikan dan pada saat matahari terbenam, mereka akan kembali ke Phillip Island. Phillip Island sudah seperti rumah bagi para penguin ini.
Arena menonton penguin ini terbagi-bagi dalam beberapa zona dengan harga tiket berbeda-beda. Makin mahal tiket maka pengunjung pun makin bisa menyaksikan dari dekat penguin yang melintas. Pada 11 Desember lalu, detikTravel berkesempatan mencoba zona yang baru dibuka beberapa minggu lalu, yakni Penguins Plus up-close di mana pengunjung bisa menyaksikan dari jarak lebih dekat meski dihalangi oleh kaca.
Dari ruang di bawah tanah ini, penguin-penguin lucu itu tampak sangat menggemaskan. Rombongan penguin pertama yang melintas di depan ruang kaca terdiri dari 13-15 ekor. Mereka berjalan cepat. Tak beberapa lama kemudian, melintas rombongan kedua yang terdiri dari 8 ekor. Kali ini mereka berjalan lambat-lambat. Bahkan ada seekor penguin yang tertinggal dari kelompoknya karena beberapa kali terjatuh sempoyongan. Lucu!
Seekor penguin berada di sarangnya (Rita/detikTravel)
Kemudian melintas rombongan penguin yang lebih besar, jumlahnya lebih dari 20 ekor. Setelah itu lewat lagi rombongan lainnya dengan jumlah lebih kecil. Tiap kali hewan-hewan itu melintas, para pengunjung akan berdecak kagum, terutama anak-anak yang akan berteriak kegirangan melihat gerak-gerik penguin.
Seorang petugas mengatakan, setiap harinya sekitar 2-3 ribu orang berkunjung untuk menyaksikan penguin-penguin tersebut. Tentunya ini angka yang fantastis untuk sebuah destinasi wisata.
Namun di tempat ini pengunjung dilarang untuk mengambil gambar penguin-penguin tersebut. detikTravel hanya bisa mengabadikan foto seekor penguin yang sedang berada di rumahnya yang berada di dalam tanah.
Meski dilarang namun tetap saja, sejumlah pengunjung mengabaikan larangan tersebut dan menjepret hewan bertubuh hitam putih itu. "Jangan memfoto, Anda akan membuat mata penguin perih," teriak seorang petugas menegur pengunjung yang nakal.
Menurut Peter Janssen dari Tourism Victoria yang mengiringi rombongan kami, awalnya yang dilarang hanya memfoto dengan menggunakan flashlight, namun karena banyak yang melanggar, akhirnya para pengunjung pun dilarang sama sekali menggunakan kamera.
(rdy/arradf)












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun