Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Jan 2016 19:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Nyeleneh, Desa Wisata di Vietnam yang Punya Ganja

Faela Shafa
detikTravel
Desa Hao Thao di Sa Pa (Shafa/detikTravel)
Sa Pa - Lain padang, lain belalang. Sebuah desa wisata di Vietnam membiarkan pohon ganja tumbuh subur dan dikonsumsi. Tapi itu ada alasannya.

Sa Pa adalah kota kecil dengan banyak bangunan kuno peninggalan zaman penjajahan Prancis. Kota di dataran tinggi ini berjarak sekitar 10 jam dari Hanoi, dengan menggunakan bus malam.

Kota tenang ini menjadi tempat transit traveler yang ingin menikmati indahnya desa-desa di lembah dan bukit pegunungan di Sa Pa. Ada sekitar 53 suku minoritas yang tinggal di perbukitan tersebut.

Beberapa di antaranya Hmong, Dao, Giay dan Pho Lu. Saat turun dari bus, biasanya traveler langsung diserbu oleh suku tersebut untuk diajak trekking ke desanya. Banyak yang bisa berbahasa Inggris, seadanya. Hanya seputar mengajak ke desa, kemudian cara tawar menawar tarif.

Dari sekian banyak desa yang bisa didatangi, cobalah ke Desa Hao Thao. Jaraknya sekitar 4 jam trekking dengan tempo yang cepat. Sedangkan jika ingin sambil istirahat, bisa sampai 6 jam.


Pemandangan dari Desa Hao Thao yang indah (Shafa/detikTravel)

Perjalanannya dijamin takkan membosankan. Jalur trekking seperti lembah dan bukit terhampar begitu indahnya. Sungai meliuk di lembah siap menghapus peluh di dahi.

Desa Hao Tao hanya berisi beberapa rumah sederhana. Hanya 1 rumah terbuat dari batu bata dan memiliki kusen pintu juga jendela. Bisa dibilang, rumah inilah yang paling besar.

Lainnya hanya merupakan rumah kecil tanpa lantai dan terbuat dari kayu serta beratap jerami. Di rumah paling besarlah biasanya wisatawan bermalam barang sehari atau dua hari.

Salah satu hal yang paling ramai diperbincangkan saat ke desa ini adalah ganja. Karena di desa ini pohon mariyuana hidup dengan subur. Tumbuh liar di dekat sawah, atau di dekat teras rumah.

Penduduk tidak merasa itu sesuatu yang aneh. Mereka hanya membiarkan tumbuhan itu hidup dengan suburnya.


Daun ganja segar di Desa Hao Thao (Shafa/detikTravel)

Benar, wisatawan bisa mencoba ganja yang ada di sini dengan alat bong. Namun, tidak lantas bisa mencoba sebanyak-banyaknya. Kenapa warga desa mengkonsumsi ganja?

Rupanya warga desa bukan beralasan ingin teler, namun warga mengkonsumsi ganja untuk melawan hawa dingin. Itupun hanya warga laki-laki yang mengkonsumsi ganja, sedangkan wanitanya tak pernah mau menyentuhnya.

Wisatawan yang datang pasti penasaran dengan daun ganja yang segar. Nanti, ada saja salah satu warga yang menawarkan ganja kering untuk dibakar. Nyatanya, tidak semua wisatawan mau menghisap ganja, meski diperbolehkan.

Kebanyakan dari mereka hanya penasaran saja. Banyak wisatawan yang lebih banyak bertanya kenapa dan bagaimana ganja bisa hidup subur di sini.

Di saat pulang, anak-anak desa akan menawarkan sekantung kecil ganja kering dengan imbalan uang. Tapi, jangan sedikit pun berpikiran untuk membelinya. Karena begitu keluar dari Desa Hao Thao, membawa ganja adalah ilegal dan wisatawan bisa berurusan dengan aparat hukum.


Daun ganja yang sengaja dikeringkan (Shafa/detikTravel)

(shf/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA