Tentu saja bukan saya yang bilang. Tapi beberapa Carioca (orang asli Rio de Janiero) yang saya temui di kawasan Centro. Mereka memperingatkan saya untuk berhati-hati.
Sebagai turis yang baru pertama kali menginjakkan kaki di kota Rio, kawasan Centro tentu menarik perhatian saya untuk berfoto maupun memotret. Kawasan ini dipenuhi bangunan tua yang eksotis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Ken/detikTravel)
Kawasan yang mulai hidup di awal tahun 1800-an ini juga menjadi surga para pemeluk Kristen karena banyak gereja. Boleh dibilang, dalam beberapa langkah saja, saya sudah menemukan igreja (sebutan gereja dalam bahasa Portugis) baru yang berbeda.
Nah saat saya sedang asyik memotret salah satu gereja di sana, tiba-tiba seorang ibu-ibu menyapa. Sambil menunjuk-nunjuk ponsel yang saya pegang dan gunakan untuk memotret.
Awalnya tak paham dengan kata-kata ibu tersebut. Jadi saya hanya membalasnya dengan tersenyum saja. Saya pun meneruskan aktivitas turis paling populer; memotret.
(Ken/detikTravel)
Sambil berjalan, saya sesekali berhenti untuk memotret obyek yang menurut saya menarik. Lagi-lagi saya dihampiri seorang Carioca, kali ini bapak-bapak berkumis tebal.
Dan untungnya dia bisa berbahasa Inggris. Dia memperingatkan agar berhati-hati dengan ponsel saya. "Hati-hati memakai ponsel di sini, bisa dirampas," kata bapak itu sambil tersenyum.
Di situ saya terdiam. Baru sadar kalau ibu-ibu tadi mungkin juga memperingatkan saya soal hal yang sama. Saya buru-buru mengangguk ke bapak itu dan mengucapkan terima kasih.
Saya pun memegang erat ponsel dan segera mendekat dengan gerombolan teman-teman saya. Saya menceritakan pengalaman saya soal peringatan awas copet tadi. Dan ternyata, teman saya juga mengalami hal yang sama.
Kerawanan copet di kota-kota besar di Brasil seperti Sao Paulo dan Rio de Janeiro memang bukan hal baru. Bahkan pada Piala Dunia 2014 lalu, Kedutaan Besar RI di Brasil memperingatkan turis Indonesia yang bertandang ke Brasil.
Kepolisian Sao Paulo bahkan mengeluarkan surat imbauan yang perlu diperhatikan turis secara serius. Bahkan mereka memberi tips tentang apa yang harus dilakukan saat dicopet.
Menurut informasi, copet di Sao Paulo dan Rio de Janiero sangat lihai dengan modus operandi yang canggih. Sasaran mereka juga tak melulu para turis tapi bisa juga para Carioca sendiri.
Beberapa tips yang diberikan antara lain usahakan tidak membawa banyak uang tunai saat berjalan-jalan, hindari pamer gadget terlalu lama dan hindari kerumunan orang agar tidak ada tangan-tangan jahil mampir ke tas Anda.
(ken/shf)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama