Meski negaranya mungil, namun pilihan wisata di Singapura ternyata cukup banyak juga. Dari taman rekreasi hingga wisata kuliner pun tersedia. Satu yang jarang orang tahu juga, di Singapura ternyata ada beberapa tempat yang menyelenggarakan workshop tentang mengenal jenis-jenis daun teh.
Salah satu tempat yang menyediakan paket wisata ini adalah di Tea House by Yixing Xuan. Di Singapura, memang lazim dijumpai Tea House alias kafe kecil untuk minum teh, dimana traveler bisa nge-teh sambil ngobrol-ngobrol dengan teman. Selain bisa nge-teh, ternyata traveler juga bisa belajar juga mengenai segala seluk-beluk teh dan cara pembuatannya yang baik dan benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepintas, bangunan Tea House mungil ini tersamarkan dengan bangunan lain di kanan-kirinya. Namun ada papan nama penunjuk yang jelas, sehingga traveler bisa menemukannya dengan mudah bila sedang liburan ke Singapura.
Tea House by Yixing Xuan (Wahyu/detikTravel) |
Begitu masuk, detikTravel langsung disambut oleh Charlene Low, anak pemilik Tea House by Yixing Xuan. Setelah mempersilakan kami duduk, Charlene kemudian langsung menceritakan tentang awal mula bagaimana dia bisa berkecimpung di dunia per-teh-an.
"Awalnya saya bekerja di dunia perbankan selama kurang lebih 6,5 tahun. Namun saya kemudian merasa, ini bukan dunia saya. Akhirnya saya memutuskan untuk meneruskan usaha ayah saya, Mr Vincent Low yang sudah merintisnya sejak tahun 1989," ujar Charlene.
Charlene kemudian menceritakan lebih lanjut tentang sejarah Teh dan bagaimana tanaman satu ini bisa menyebar hingga ke seluruh dunia. Menurut pengetahuan Charlene, tanaman teh atau dalam bahasa ilmiah disebut Camellia sinensis, berasal dari tanah leluhurnya yaitu China.
Tanaman teh kemudian dibawa oleh para pedagang China dan penjelajah dari Inggris, kurang lebih 4 abad silam, hingga menyebar ke 150 negara seperti sekarang. Charlene pun menambahkan, bagi orang China, minum teh sudah menjadi kebiasaan yang tidak terpisahkan dari keseharian mereka.
Charlene saat bercerita tentang sejarah dan budaya minum teh di China (Wahyu/detikTravel) |
"Bagi kami orang China, minum teh sudah menjadi tradisi dan cara kami untuk bersosialisasi. Berbeda dengan di Jepang yang harus dengan upacara khusus. Kami datang ke kedai teh untuk minum, ngobrol-ngobrol dan membuat suasana jadi lebih cair," papar Charlene.
Lebih lanjut, Charlene lalu menjelaskan jenis-jenis teh yang perlu traveler tahu. Ada setidaknya 4 jenis teh yang umumnya dikenal, yaitu teh putih, teh hitam, teh oolong dan terakhir teh hijau. Masing-masing daun teh memiliki karakteristiknya sendiri.
Teh putih memiliki warna yang putih ketika sudah kering, begitu pula dengan warna hijau pada teh hijau serta warna hitam pada teh hitam. Sementara teh oolong yang telah melalui proses penyimpanan lama dan terfermentasi, memiliki aroma dan rasa yang sangat kuat.
Sambil menjelaskan, Charlene mempersilakan kami untuk mencium sendiri daun-daun teh ini untuk mengetahui perbedaan antar masing-masing teh. Benar saja, dari satu jenis daun teh ke daun teh yang lain, memiliki aroma dan tekstur daun yang berbeda.
"Teh oolong memiliki rasa dan aroma yang paling kuat, berbeda dengan daun teh lainnya. Yang paling harum itu Jasmine Tea, silakan coba dicium sendiri baunya seperti apa," kata Charlene.
Aneka daun teh, ini teh oolong (Wahyu/detikTravel) |
Dari segi rasa pun, masing-masing daun teh berbeda satu sama lain. Saat diicip, masing-masing jenis teh benar-benar menghadirkan rasa yang sukar untuk dijelaskan dengan kata-kata. Hmm.. sungguh sedap luar biasa!
Traveler yang penasaran bisa langsung mencoba workshop dari Tea House by Yixing Xuan ini. Beberapa traveler yang pernah mencoba workshop tersebut menuliskan review yang positif dan merekomendasikan wisata ini di situs Trip Advisor.
Harga untuk mengikuti paket wisata workshop teh ini dibanderol sebesar SGD $25 per orangnya (setara Rp 245 ribu), dengan jumlah minimal 5 orang tamu untuk 1 sesi selama kurang lebih 1 jam. Traveler bisa merasakan sendiri sedapnya seduhan teh yang otentik di Singapura!
Para peserta workshop teh (Wahyu/detikTravel) |












































Tea House by Yixing Xuan (Wahyu/detikTravel)
Charlene saat bercerita tentang sejarah dan budaya minum teh di China (Wahyu/detikTravel)
Aneka daun teh, ini teh oolong (Wahyu/detikTravel)
Para peserta workshop teh (Wahyu/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong