Bentang alam di dunia mempunyai fenomena unik masing-masing. Fenomenanya pun dianggap unik nan ajaib. Tak sedikit pula menyebutnya, seperti di Negeri Dongeng. Fenomena yang akan membuat mata terpana.
Disusun detikTravel, Jumat (6/1/2017) berikut fenomena-fenomena di Bumi yang disebut-sebut seperti di Negeri Dongeng:
1. Pegunungan berwarna-warni
|
(Thinkstock)
|
Vinicunca merupakan sebutan masyarakat Peru kepada salah satu puncak dari Pegunungan Ausangate di Cusco, kota bagian tenggara Peru. Artinya itu tadi, Pegunungan Pelangi. Pegunungan tersebut lokasinya juga cukup tinggi, setinggi 5.020 mdpl yang butuh naik Jeep dan trekking selama 5 jam.
Menurut penelitian, warna-warni di tanahnya disebabkan oleh bebatuan kapur, granit dan beberapa lavender yang tumbuh. Pembentukan geologi tanah pada pegunungannya pun sudah berlangsung selama jutaan tahun lalu. Selamat datang di Vinicunca atau pegunungan pelangi yang berwarna-warni.
2. Gua yang menyala
|
(hamiltonwaikato.com)
|
Untuk menjelajahi gua ini, turis harus naik perahu karena saluran air di dalam guanya cukup dalam dan ditemani pemandu. Lihatlah ke atas, banyak cahaya yang berkilauan. Cantik sekali, seperti sedang melihat bintang di langit saja.
Usut boleh usut, ternyata cahaya tersebut berasal dari cacing dengan nama latin Arachnocampa luminosa. Dalam kegelapan, hewan ini akan mengeluarkan cahaya berwarna hijau dan biru. Gua ini ternyata pertama kali ditemukan pada tahun 1887. Saat itu, seorang surveyor asal Inggris ingin mengeksplor gua ditemani penduduk lokal sekaligus Kepala Suku Maori, Tane Tinorau. Hingga kini, pemerintah Selandia Baru menjaga guanya dnegan baik dan menjadikannya tempat wisata.
3. Danau pink
|
(australia.com)
|
Danau ini memang punya warna yang tidak biasa. Air di danau ini berwarna merah muda yang pekat, sekilas seperti susu stroberi. Warna unik tersebut menjadi pembeda dari daratan Kepulauan Recherche yang dipenuhi dengan pepohonan hijau. Danau merah muda ini memanjang, panjangnya 600 meter. Berada tidak jauh dari pantai, Danau Hillier punya pasir putih di tepiannya. Dari atas, warnanya begitu kontras dengan warna hutan dan laut di dekatnya.
Yang pasti, warna merah muda di Danau Hillier bukanlah teknik pencahayaan. Bukitnya, saat air dimasukkan ke dalam gelas, warnanya akan tetap sama alias tidak berubah menjadi bening. Banyak yang berpendapat danau ini memiliki bakteri merah halofilik pada kerak garam yang bisa membuat warna airnya ikut menjadi berwarna pink.
4. Air terjun api
|
(Thinkstock)
|
Cairan berwarna oranye-merah tampak mengalir dari puncak bukit batu. Terlihat layaknya api, banyak juga yang menyebutnya mirip lava yang menyala. Namun jangan salah, itu sebenarnya adalah air terjun yang dingin dan segar.
Horsetail Firefall adalah aliran air terjun yang terkena pantulan sinar matahari. Tepatnya di bulan Februari, adalah waktu terbaik untuk melihat air terjunnya benar-benar seperti api. Fenomena ini pun hanya terlihat saat sunset menjelang. Mau lihat ke sana?
5. Api biru
|
(Thinkstock)
|
Fenomena api biru dapat kamu lihat di Kawah Ijen yang berada di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Kita harus mendaki sejauh 3 km ke atas, lalu menuruni bebatuan sedalam 300 meter. Api biru akan muncul setelah matahari tenggelam, tapi pendakiannya dilakukan pada dini hari sebab itulah waktu terbaik melihatnya.
Api biru terlihat di tanah dan bebatuan Kawah Ijen. Menyala dengan sangat terang, menghipnosis siapa saja yang melihatnya. Kamu tahu api yang berwarna biru di kompor gas, maka api seperti itulah yang kamu lihat di sana.
Dari hasil penelitian, ternyata api biru di Kawah Ijen ini bukanlah api. Api biru itu merupakan pertemuan antara gas yang keluar dari tanah dengan oksigen. Tapi toh, pemandangannya benar-benar terlihat seperti api yang berwarna biru. Seperti api-api di Negeri Dongeng saja!
Halaman 2 dari 6












































Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?
Fadli Zon Serahkan SK buat Tedjowulan, Keraton Solo Bergejolak