Hong Kong terkenal dengan gedung-gedung pencakar langit di berbagai sudut kota. Namun, ada sisi lain Hong Kong yang masih hijau dan rimbun, tanpa gedung modern yang tinggi menjulang ke langit. Itulah pulau bernama Yim Tin Tsai.
Dilansir detikTravel dari BBC, Jumat (20/1/2017), Yim Tin Tsai ini tak jarang disebut sebagai Ghost Island atau Pulau Hantu. Dahulu, pulau di Distrik Sai Kung yang luasnya kurang dari 1 km2 ini ramai dihuni oleh Suku Hakka. Mereka migrasi dari utara China ratusan tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: (Kate Springer/BBC) |
Penduduknya pun harus mencari pekerjaan lain. Ada yang menjadi nelayan, ada pula yang mengurus ternak. Tahun 1940-an masih ada sekitar 500 hingga 1.200 orang yang tinggal di pulau, tapi jumlah ini terus berkurang.
Pada tahun 1960-an, makin banyak keluarga lokal yang pindah ke Kowloon hingga Inggris untuk memperoleh akses pendidikan layak. Akhirnya, pada 1990-an, penduduk terakhir yang tinggal di pulau pun ikut pindah ke daerah lain. Meninggalkan Yim Tin Tsai menjadi benar-benar kosong, tak lagi berpenghuni.
Selama bertahun-tahun pulau kecil yang berjuluk Pulau Hantu itu tak pernah ditinggali siapa-siapa. Rumah-rumah yang dulunya berjejer rapi, ditinggal tak diurus hingga berlumut dan tanam menjalar pun tumbuh di dindingnya. Kegelapan pun menyelimuti di kala malam, tak ada lagi suara riang penduduk yang bercengkerama. Maka tak mengherankan jika Yim Tin Tsai dijuluki sebagai pulau hantu.
Foto: (Kate Springer/BBC) |
Sampai akhirnya tahun 2003, Gereja Katolik mengkanonisasi Josef Freinademetz, seorang misionaris yang dulu pernah tinggal di Yim Tin Tsai pada 1800-an. Setelah kabar tersebut beredar, umat Katolik dari berbagai negara menandai pulau tersebut untuk tempat wisata rohani.
Colin berharap orang-orang yang nantinya datang ke pulau akan merasa nyaman. Bersama dengan 10 orang lainnya, Colin menggalang dana untuk merenovasi sejumlah bangunan kuno dan membangun pusat informasi bagi para traveler.
Tahun 2004, sebuah yayasan memberikan donasi untuk merenovasi kapel bersejarah di pulau itu. Kapel itu aslinya dibangun 1890 oleh misionaris Katolik, dan merupakan salah satu kapel tertua di Hong Kong.
Foto: (Kate Springer/BBC) |
Dengan adanya penghargaan itu dan renovasi sejumlah bangunan kuno tanpa merubah bentuk aslinya, Yim Tin Tsai yang dulu ditinggalkan mulai ramai dikunjungi kembali. Daerah yang sering dijuluki Pulau Hantu itu kini tak lagi menyeramkan. Kapal ferry pun disediakan untuk traveler yang ingin berlayar menuju pulau tersebut.
Wisatawan yang ke sana dapat mengunjungi kapel, rumah-rumah leluhur orang Hakka, museum keramik hingga pertanian organik. Bahkan tambak garam yang telah ditutup kembali dibuka dan menjadi tempat wisata edukasi, yang menjelaskan tentang proses produksi garam. (krn/krn)












































Foto: (Kate Springer/BBC)
Foto: (Kate Springer/BBC)
Foto: (Kate Springer/BBC)
Komentar Terbanyak
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi
Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung Ditarik ke Politik, Jokowi: Nggak Nyambung