Adalah jembatan Storseisundet (Storseisundet Bridge), yang terletak di Atlantic Road, Norwegia ini menghubungkan kota Kristiansund dan kota Molde diatas Samudera Atlantik.
Jembatan ini juga yang paling ditakuti para pengendara mobil yang akan melintas. Terang saja, karena apabila dilihat dari sisi pengendara, akan terlihat ilusi jembatannya hanya setengah jalan atau tidak memiliki penghubung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya bentuk dari jembatan ini tetap utuh sebagaimana jembatan pada umumnya. Namun sang perancang, Josh Holt, membuat ilusi sehingga siapapun yang melewati jembatan tersebut akan melihat jembatan hanya setengah jalan dan putus begitu saja.
Apabila telah melewati ujung jembatan yang tampak curam dengan liukan sepanjang 256 meter, traveler akan melewati jalan yang landai dan menurun. Tetapi jika dilihat dari udara atau seberangnya, bentuknya hanya seperti jembatan pada umumnya.
Selama kurang lebih 30 menit waktu tempuh melewati Storseisundet Bridge, traveler juga akan disuguhkan pemandangan hamparan biru Samudera Atlantik yang cantik.
Bila beruntung, pemandangan burung-burung yang terbang bebas dan binatang laut seperti anjing laut di pinggiran atau paus yang sedang berenang melompat ke udara. Melewatinya saat senja pun akan diberikan pemandangan sunset yang tidak kalah indah. Wah!
Ingin sesuatu yang cukup ekstrem dan memacu adrenalin? Coba saja datang saat musim gugur. Biasanya ombak besar seringkali menyapu ujung jembatan, bahkan pada tahun 1989, saat pembangunan Storseisundet Bridge para pekerja konstruksi hingga merasakan badai ini hingga 12 kali.
Jika ingin bersantai sejenak, cobalah berhenti di salah satu toko hasil petani lokal yaitu Derinngarden. Di sini traveler dapat membeli keju, susu, selai atau syrup buatan rumah. Atau ke Bjartmars Favorittkro, di mana traveler dapat menikmati sajian ikan cod yang sudah dikeringkan.
(rdy/rdy)












































Komentar Terbanyak
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bali Kehilangan Sawah, 3 Ribu Hektare Raib dalam 8 Tahun
Turis Belanda Tewas Ditusuk di Bali, Apakah Pulau Dewata Masih Aman bagi Wisatawan?