Pada akhir pekan lalu, atas undangan Japan National Tourism Organization (JNTO) dan Cathay Pacific, detikTravel sempat mencoba jajanan unik Kota Kanazawa, Prefektur Ishikawa, Jepang. Tepatnya di Kafe Hakuichi, dijual es krim yang tidak biasa karena bagian atasnya ditaburi dan ditutupi oleh lapisan kertas emas.
Yap, sekali lagi es krim yang dijual di Kafe Hakuichi ini memiliki lapisan emas sungguhan yang biasanya digunakan pada perhiasan. Manajer toko Tezuka Kazuyuki mengatakan ide untuk menjual es krim emas tersebut datang ketika para dewan pemilik ingin menjual sesuatu yang beda dari toko lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengunjung mencicipi es krim emas Foto: (Firdaus/detikTravel) |
"Rasanya sama saja seperti es krim yang lain, tidak ada perubahan bau atau perubahan rasa. Ini akan dicerna dan akan keluar dari tubuh Anda jadi tidak usah khawatir ada yang tertinggal," lanjut Tezuka.
Ketika detikTravel mencoba es krim emas ini, memang rasanya sama seperti es krim vanila biasa. Hanya saja krimnya terasa lebih pekat karena mengandung banyak susu dan lapisan emasnya di mulut seperti kertas pembungkus makanan yang bisa lumer.
Satu buah es krim emas dijual dengan harga 891 Yen atau sekitar Rp 100.000. Menariknya dalam bahasa Jepang angka 891 dieja 'ha ku ichi' yang bila digabung menjadi sama dengan nama tokonya.
Menurut Tezuka dalam sehari mereka bisa menjual sampai dengan 1.000 buah es krim emas. Bila traveler ingin mencobanya maka bisa datang hari apa saja karena Hakuichi ini tidak pernah libur.
Selain terkenal karena es krim emas, Hakuichi juga menjual berbagai pernak-pernik lain yang semuanya bertema emas. Mulai dari hiasan gantungan kunci, sake, hingga perhiasan wanita.
Foto: (Firdaus/detikTravel) |












































Pengunjung mencicipi es krim emas Foto: (Firdaus/detikTravel)
Foto: (Firdaus/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara