Sejak dulu, naik kereta sudah menjadi keseharian masyarakat Tokyo di Jepang. Kereta digunakan untuk bepergian ke kantor, ke tempat belanja dan lain sebagainya. Seperti di Jakarta, naik kereta di Jepang juga ada rush hour alias jam sibuk.
Jam sibuk ini biasanya di pagi hari saat jam berangkat kantor, kemudian sore hari ketika pulang kantor. Selain itu, jam sibuk terkadang juga terasa di beberapa stasiun besar sekitar pukul 11.00 hingga tengah malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Antrean menunggu kereta terlihat mengular. Beberapa kereta yang datang pun tampak penuh, penumpang berjejalan di dalam kereta. Banyak penumpang berjas layaknya orang kantoran, tak sedikit pula muda-mudi yang tampak stylish.
Walaupun ramai, orang-orang yang mau naik kereta ini tetap mengantre dengan rapi, sesuai garis yang ada di peron. Tidak ada dorong-dorongan untuk bisa masuk duluan. Ketika ada penumpang turun pun dipersilahkan terlebih dahulu, setelah itu barulah saat masuk ke kereta satu per satu.
![]() |
Saya sempat terpikir tampaknya akan sulit keluar kereta saat tiba di stasiun tujuan karena posisi saat itu agak jauh dari pintu. Tak disangka, ada seorang penumpang ramah yang membantu memberi saya jalan untuk keluar dengan cepat.
Meskipun masih berdesakan, penumpang lain tampak sigap memberi jalan. Saya pun berhasil keluar tanpa harus terlewat dari stasiun tujuan karena memang kereta hanya berhenti sebentar.
Nah, buat traveler yang ingin lebih nyaman naik kereta di Tokyo di luar jam sibuk. Sebaiknya perkirakan waktu keberangkatan dan kepulangan, agar tidak bersamaan dengan jam berangkat dan pulang kantor, serta tengah malam.
![]() |
Komentar Terbanyak
Ada Gerbong Khusus Merokok di Kereta, Kamu Setuju?
Terpopuler: Dedi Mulyadi Terancam Dicopot, Ini Penjelasan DPRD Jabar
Bisa-bisanya Anggota DPR Usulkan Gerbong Rokok di Kereta