Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Mei 2017 19:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Ingat Mati... di Hollywood

Kurnia Yustiana
Redaksi Travel
Foto: Museum of Death di Hollywood, AS (stonerqueen1987/Instagram)
Foto: Museum of Death di Hollywood, AS (stonerqueen1987/Instagram)
Los Angeles - Siapa yang tak mau datang ke kawasan Hollywood di Los Angeles? Di balik ketenaran aktor dan tempatnya yang glamour, ada Museum Kematian di sana!

Banyak museum yang tak biasa di dunia ini. Mulai dari yang bertema percintaan, makanan, bahkan kematian. Nah kalau museum bertema kematian, traveler bisa mengunjunginya langsung di Amerika Serikat, ada Museum of Death di sana.

Museum of Death beralamat di 6031 Hollywood Blvd, Hollywood, Los Angeles. Ditengok dari situs resminya, Rabu (24/5/2017), Museum of Death awalnya didirkan di San Diego tahun 1995. Kemudian pemiliknya, JD Healy dan Cathee Shultz, memutuskan untuk memindahkan lokasi ke Hollywood dengan tempat yang lebih besar.

Sesuai namanya, museum ini dibuat untuk memajang berbagai hal terkait kematian. Mulai dari diorama, foto dan berbagai benda lainnya. Sejumlah koleksi yang bisa traveler lihat di sini antara lain diorama kematian dan pembunuhan keji, foto tempat kejadian perkara pembunuhan sadis Charles Milles Manson hingga foto tragis Elizabeth Short yang menjadi korban mutilasi (1947) dan dikenal dengan julukan 'Black Dahlia'.

Ingat Mati... di Hollywood(negativecreeppp/Twitter)
Seakan belum cukup bikin merinding, masih ada koleksi yang sungguh menyeramkan yaitu potongan kepada Henri Landru. Dia adalah pembunuh sadis yang memutilasi 11 teman wanitanya dan membakarnya dalam oven. Landru kemudian dipenggal dengan pisau guillotine.

Tengkorak kepala Landru yang dipajang di museum, diletakkan dalam kotak kaca dengan kertas bertuliskan 'The Bluebeard of Paris' yang menjadi julukan dirinya. Hiii...

Kepala The Bluebeard of Paris (EldritchBlack/Twitter)Kepala The Bluebeard of Paris (EldritchBlack/Twitter)
Terus jelajah museum, benda-benda seperti peralatan yang digunakan untuk eksekusi, taksidermi atau hewan awetan juga akan traveler lihat. Dengan banyaknya koleksi, untuk berkeliling museum biasanya menghabiskan waktu sekitar 45 menit.

Di situs resminya tertulis bahwa museum memang dapat dikunjungi traveler semua umur, namun harus siap mental melihat koleksi bertema kematian di sana. Sebelumnya bahkan ada beberapa pengunjung yang pingsan di museum setelah melihat beragam koleksi yang bikin ingat dengan kematian.

Bagi traveler yang penasaran dan siap melihat koleksi anti mainstream di sana, bisa datang setiap hari sekitar pukul 11.00 sampai 20.00 waktu setempat. Biayanya USD 15 (Rp 199 ribu) per orang. (krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED