Mengenal Ritual Mencambuk Diri di Irak
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mengenal Ritual Mencambuk Diri di Irak

Syanti Mustika - detikTravel
Senin, 13 Nov 2017 22:45 WIB
Mengenal Ritual Mencambuk Diri di Irak
Foto: (Abdullah Dhiaa Al-deen/Reuters)
Kerbala - Muslim Syiah mempunyai ritual sakral di Irak. Mereka mencabuk diri mereka untuk mengenang kematian Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW.

Dilansir detikTravel dari Reuters, Senin (13/11/2017) ritual ini berlangsung di Kerbala, Irak. Ribuan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia datang dan berkumpul untuk melaksanakan ritual sakral ini. Ritual ini biasa dilakukan pada tanggal 10 Muharam (kelender Islam).

Mereka datang berziarah dan berkabung untuk Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad yang terbunuh dalam pertempuran pada abad k- 7 di Kerbala. Para pengikut Syiah percaya bahwa Imam Hussein dimakamkan di Kerbala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muslim Syiah dari penjuru dunia berkumpul di Kerbala (Abdullah Dhiaa Al-deen/Reuters)Muslim Syiah dari penjuru dunia berkumpul di Kerbala (Abdullah Dhiaa Al-deen/Reuters)


Para penziarah, dari berbagai kalangan dan umur datang meramaikan ritual ini. Mereka datang mengenakan jubah hitam, menandakan berkabung. Para peziarah ada yang datang dengan berjalan kaki, menggunakan bus, juga lewat jalur udara.

Para Muslim Syiah pada saat perayaan mereka bernyanyi dan mencambuki diri mereka dengan rantai. Serta melumuri tubuh mereka dengan lupmur dan menyalakan titik-titik api di beberapa lokasi. Hal ini dilakukan sebagai pertanda belangsukawa atas kematian Imam Huseein. Kematian Iman ini dipercayai para Syiah sebagai simbol perjuangan melawan ketidakadilan, tirani, dan penindasan.

Pada saat ritual, para penziarah akan diingatkan kembali tentang kematian Iman Hussein dan keluarga. Ritual ini didominasi ritual pengorbanan (syahid), terlihat para penziarah yang melukai kepala mereka dan mencambuki diri mereka dengan rantai.

Ada tenda-tenda yang menyediakan makanan dan minuman untuk para peziarah (Abdullah Dhiaa Al-deen/Reuters)Ada tenda-tenda yang menyediakan makanan dan minuman untuk para peziarah (Abdullah Dhiaa Al-deen/Reuters)


Di lokasi perayaan ritual, orang-orang juga mendirikan tenda-tenda peristirahatan. Jadi para peziarah yang datang jauh, bisa beristirahat di dalam tenda. Juga ada makanan dam minuman, serta jasa pijat yang diberikan secara gratis.

Tiap negara memang memiliki budaya dan kepercayaan masing-masing. (sym/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads