Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 31 Mei 2018 09:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mesti Beli! Karpet Tradisional Muslim Uyghur di Xinjiang

Fitraya Ramadhanny
Redaksi Travel
Karpet khas Uyghur di Parlak Carpet Factory, Urumqi, Xinjiang (Fitraya/detikTravel)
Karpet khas Uyghur di Parlak Carpet Factory, Urumqi, Xinjiang (Fitraya/detikTravel)
Urumqi - Selain peci kotak, ciri khas dari muslim Uyghur adalah karpet. Karpet mereka jadi incaran traveler yang menjelajah Jalur Sutra di Xinjiang, China.

Daerah Otonomi Xinjiang Uighur, begitu nama lengkapnya. Ini adalah salah satu provinsi terluas di China yaitu 1,6 juta km2. Provinsi ini berbatasan dengan Mongolia, Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Pakistan, India dan Tibet.

Bertualang ke Xinjiang adalah menikmati eksotisme Jalur Sutra yang berumur 2.000 tahun. Komposisi etnis di Xinjiang sangat menarik. Dari 23,6 juta orang pada sensus 2015, 46% adalah etnis Uyghur, 40 persen adalah etnis Han. Kemudian ada yang lebih minoritas lagi yaitu etnis Kazakhs 6,5%, etnis Hui 4,5% dan etnis lain-lain 3 persen.

Setiap etnis punya ciri khas kebudayaan, begitu pun etnis Uyghur. Makanan khas mereka adalah nasi Palov atau Polo, aksesoris khas mereka adalah peci kotak yang disebut Doppa. Nah, kerajinan khas mereka adalah karpet.

Pegawai pabrik karpet dari etnis Uyghur (Fitraya/detikTravel)Pegawai pabrik karpet dari etnis Uyghur (Fitraya/detikTravel)

Etnis Uyghur masih satu rumpun dengan etnis Turki. Membuat kerajinan karpet adalah warisan Uyghur secara turun temurun. detikTravel pun diajak melihat pabrik karpet khas Uyghur bersama State Council Information Office China dan Information Office Xinjiang Uyghur Autonomous Region, Sabtu (5/5/2018).

Namanya adalah Xinjiang Parlak Carpet Factory, sebuah pabrik yang sudah beroperasi selama 7 tahun. Ruang displaynya penuh dengan karpet beraneka bentuk dan ukuran. Dari sajadah, karpet masjid, karpet rumah yang persegi sampai yang lingkaran.

Corak warnanya beraneka ragam. Warna-warnanya menarik. Duh, jadi gatal mau belanja nih.

Mardan Keram (Fitraya/detikTravel)Mardan Keram (Fitraya/detikTravel)
"Kami punya 5 mesin dengan produksi 50 ribu-70 ribu m2 per bulan. Prosesnya dari awal sampai akhir dibikin di sini," kata Manajer Parlak Carpet, Mardan Keram.

Benang karpet mereka impor dari Bangladesh, Turki dan China. 95 Persen hasil produksi mereka untuk konsumen dalam negeri. 5 Persen sisanya diekspor.

"Kami punya 100 pegawai. Pola karpet yang kita pakai inspirasinya dari Iran, Turki dan kita coba gali lagi desain khas Xinjiang," kata Mardan.

Saya lantas diajak melihat proses pembuatan karpet dengan mesin yang tadi dijelaskan Mardan. Wajah-wajah Uyghur memenuhi pabriknya. Rupanya inilah mata pencaharian yang sudah mendarah daging untuk etnis Uyghur.

Karpet hand made lebih mahal dari karpet buatan mesin (Fitraya/detikTravel)Karpet hand made lebih mahal dari karpet buatan mesin (Fitraya/detikTravel)
Mardan lantas menjelaskan karpet yang paling mahal. Rupanya itu adalah karpet buatan tangan. Meskipun sudah ada mesin, karpet buatan tangan tetap menjadi favorit pecinta karpet sejati karena hasilnya lebih lembut. Dibantu penerjemah, saya berbincang dengan Bilikez (50) perempuan Uyghur yang mengerjakan karpet hand made ini.

"Butuh 4 bulan untuk mengerjakan karpet ukuran 6 m2. Dalam sehari, kita cuma bisa menenun 8 garis saja. Harganya 2.000 Yuan/m2 (Rp 4,3 juta). 3 Kali lebih mahal dari karpet biasa," kata Bilikez.

Karpet seindah lukisan dan juga mahal (Fitraya/detikTravel)Karpet seindah lukisan dan juga mahal (Fitraya/detikTravel)
Ada lagi karpet mahal di Parlak. Karpet ini lebih mirip sebuah lukisan dari pada sebuah karpet. Yaitu karpet bergambar tradisi Muqam, tradisi bernyanyi etnis Uyghur. Ukurannya sedikit lebih besar dari karpet sajadah, namun harganya 1.000 Yuan (Rp 2,1 juta). Sedangkan karpet ukuran standar 6 m2 harganya 500-750 Yuan (Rp 1 juta-1,6 juta).

Beberapa pengunjung datang langsung ke Parlak Carpet untuk membeli karpet. Namun pabrik ini tidak dibuka untuk wisatawan. Kalau traveler mau membeli produk Parlak Carpet, bisa mencarinya di toko-toko karpet di sekitar Grand Bazaar Urumqi, pusat belanja bersejarah dan paling besar di Xinjiang. (rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED