Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 24 Okt 2018 19:40 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mengenal Suku Pemburu Ular Kobra

Afif Farhan
detikTravel
Suku Pemburu Ular Kobra di India (Alamy/Getty Images/BBC Travel)
Suku Pemburu Ular Kobra di India (Alamy/Getty Images/BBC Travel)
Chennai - Ada banyak suku di dunia yang memiliki kisah-kisah unik. Dari India, inilah Irula yang terkenal dengan sebutan suku pemburu ular kobra.

Ular kobra memiliki bisa yang berbahaya, bahkan bisa membuat mati manusia. Maka dari itu, ular kobra masuk daftar hewan paling berbahaya di dunia. Namun tidak bagi suku Irula di India, seperti dilansir detikTravel dari BBC Travel, Rabu (24/10/2018).

Suku Irula menempati kawasan pesisir dari Kota Chennai di India. Sudah dari sejak zaman dulu dan turun menurun hingga kini, mereka terkenal dengan keahlian menangkap ular kobra.

Sebenarnya bagi suku Irula, salah satu dewi mereka, Dewi Kanniamma juga ada kaitannya dengan ular kobra. Sebenarnya, mereka justru hidup berdampingan dengan ular (apapun jenisnya). Mereka bisa tahu jejak ular kobra di tanah, bahkan sampai mengusirnya dengan bermodal kain saja.

"Banyak orang yang takut pada ular. Ketahuilah, ular juga punya insting untuk bertahan hidup. Jika kita takut kemudian jadi gelisah dan asal bergerak, ular itu merasakan ancaman dan akan menyerang. Jika kita diam dan tenang, mereka akan pergi perlahan," terang salah seorang suku Irula, Rajendran.

Mengenal Suku Pemburu Ular Kobra(ARUN SANKAR/Getty Images/BBC Travel)


Seiring berjalan waktu, suku Irula sempat dikecam karena menjual kulit-kulit kobra. Dagingnya juga dijual, sebab suku Irula tidak memakannya. Tapi di tahun 1970-an, pemeritah India sudah melarang perburuan ular kobra.

Seiring berjalan waktu juga, banyak orang-orang suku Irula yang merantau ke kota lain untuk bekerja atau mendapat kehidupan yang lebih baik. Namun di tahun 1980-an, pemerintah India mendirikan Irula Snake Catchers Industrial Co-Operative Society di Cehnnai.

Para suku Irula dilibatkan dengan bekerja di sana. Mereka akan bertugas untuk menangkap ular kobra, lalu mengestrak bisa ular tersebut. Nantinya, bisa yang sudah diekstrak akan menjadi anti bisa atau digunakan untuk bahan penelitian.

(ARUN SANKAR/Getty Images/BBC Travel)(ARUN SANKAR/Getty Images/BBC Travel)


Usut punya usut, hampir 50 ribu orang India mati akibat digigit ular berbisa tiap tahunnya. 6 Perusahaan di India memproduksi sekitar 1,5 juta botol tiap tahunnya sebagai anti bisa, yang mana didapatkan dari bisa ular yang telah diekstrak oleh suku Irula.

(Nature Picture Library/Alamy/BBC Travel)(Nature Picture Library/Alamy/BBC Travel)


BACA JUGA: Amazon dan Manusianya yang Belum Terjamah

Maka dari itu, suku Irula mendapat julukan pemburu ular kobra. Tentu bukan pemburu yang artinya membunuh dan menjualnya, melainkan pemburu ular kobra untuk mendapatkan bisanya.

Para peneliti reptil di seluruh dunia pun terpukau dengan cara suku Irula berburu ular kobra. 2 Orang suku Irula pernah diundang ke AS oleh Florida Fish and Wildlife Conservation Commission. Tujuannya untuk berbagi ilmu.

Ada satu kegiatan menarik. Dibuat semacam duel menangkap ular sanca terbanyak antara beberapa petugas Florida Fish and Wildlife Conservation Commission bersama anjing pelacak yang terlatih dengan 2 orang suku Irula yang bernama Masi dan Vadivel itu. Duelnya berlangsung di Everglades, suatu kawasan hutan rawa di Florida selama 60 hari.

Hasilnya, Masi dan Vadivel memenangi duel tersebut, dengan menangkap 34 ular sanca!

(Joe Wasilewski/BBC Travel)(Joe Wasilewski/BBC Travel)


Tapi sayang beribu sayang. Perlahan, orang-orang suku Irula sudah meninggalkan tradisi mereka. Mereka tidak lagi hidup bersama ular. Mereka lebih memilih menjadi buruh demi mendapat penghasilan yang lebih menjanjikan.

Hanya tinggal sedikit orang-orang suku Irula yang masih hidup bersama ular. Ada perasaan sedih dari mereka, bahwa tradisi hidup bersama ular akan menghilang selamanya.

"Apa yang kami pelajari dari para leluhur kami seharusnya tidak hilang," kata salah seorang tetua adat suku Irula.

(ARUN SANKAR/Getty Images/BBC Travel)(ARUN SANKAR/Getty Images/BBC Travel)
(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA