Sebuah lembaga konservasi GG Conservation di Afrika Selatan menawarkan sebuah pengalaman menginap unik buat traveler. Kalian bisa menginap di bangunan 3 kamar yang terletak di dalam area konservasi milik lembaga ini.
Yang menarik, area konservasi ini ditinggali juga oleh 77 ekor singa. Jadi jangan kaget bila pagi-pagi kalian akan dibangunkan dengan bunyi alarm suara auman singa yang menggelegar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada singa di luar pagar (dok. GG Conservation) |
Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Rabu (9/1/2019), Suzanne Scott (50) Direktur GG Conservation menyebut traveler tidak perlu khawatir soal keamanan. Bangunan penginapannya sangat aman karena dikelilingi oleh pagar listrik.
"Kamu akan sangat dekat dengan singa-singa ini, kurang dari 1 meter singa ada di balik pagar. Dari tangga, sofa, atau teras rumah. Kalian akan merasa hidup di antara mereka, sebagai salah satu anggota kelompok mereka," ungkap Suzanne seperti ditulis Daily Mail.
Dari penginapan ini, traveler bisa melihat lebih dekat seperti apa kehidupan sehari-hari singa. Baik itu perilakunya, maupun kebiasaan hidupnya dari kawin sampai makan.
Traveler bisa sarapan ditemani singa (dok. GG Conservation) |
Penginapan 3 kamar ini memiliki fasilitas yang lumayan lengkap. Ada perapian, dapur yang lengkap, tempat untuk barbeque, sampai WiFi pun ada. Jadi tidak perlu takut mati gaya.
Penginapan ini bisa diinapi maksimal 6 orang traveler. Biaya menginapnya sekitar Rp 1,4 juta per malam. Penginapan ini bisa dipesan lewat situs pemesanan hotel airBnb.
Semua keuntungan yang didapat dari menyewakan penginapan ini akan digunakan lembaga tersebut untuk program konservasi singa mereka. Tertarik? (wsw/aff)












































Ada singa di luar pagar (dok. GG Conservation)
Traveler bisa sarapan ditemani singa (dok. GG Conservation)
Komentar Terbanyak
Bule yang Ngamuk Dengar Warga Tadarusan di Gili Trawangan Ternyata Overstay
Viral 'Tembok Ratapan Solo', Politisi PSI: Bukti Jokowi Dicintai
Memalukan! Turis Turun dari Kapal Pesiar di Lombok Malah Disambut Tumpukan Sampah