Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 25 Mar 2019 18:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Melbourne, Kota yang Menghargai Para Pekerja Industri Kreatif

Shinta Angriyana
detikTravel
Ilustrasi Pekerja Seni di Melbourne (Shinta/detikcom)
Ilustrasi Pekerja Seni di Melbourne (Shinta/detikcom)
Melbourne - Pekerja seni di industri kreatif mulai merangkak sebagai sebuah lahan yang menjanjikan. Melbourne pun memberikan ruang raksasa bagi para seniman.

Melbourne merupakan ibukota dari negara bagian Victoria, Australia. Dengan luas wilayah 9,990 kilometer persegi, Melbourne memiliki jumlah penduduk sekitar 4,9 juta orang. Menurut data dari pemerintah Victoria, 18,4% penduduk Melbourne berusia 0-14 tahun, 13,4% 15-24 tahun, 37,9% 25-49 tahun, 24,5% 50-74 tahun dan 6,4% berusia 75 tahun ke atas.

Kota Melbourne (Shinta/detikcom)Kota Melbourne (Shinta/detikcom)


Artinya, sebagian besar penduduk Melbourne umumnya adalah anak muda. Pemerintah Melbourne pun menfasilitasi dari sektor seni, dengan berbagai macam ruang publik yang bisa dinikmati bagi warga Melbourne.

Secara umum, bisa dilihat dari fasilitas publik yang memiliki korelasi dengan seni dan industri kreatif.

Sejumlah museum yang berkaitan dengan seni, industri kreatif dan teknologi bisa ditemui dengan mudah. Di kawasan Federation Square misalnya, ada NGV (National Gallery Victoria) sebuah museum tentang seni yang menyajikan pameran artistik di setiap bulannya.

Federation Square (Nograhany/detikcom)Federation Square (Nograhany/detikcom)


Belum lagi ACMI, (Australia Centre for the Moving Images) yang menjadi pusat belajar tentang teknologi dan media dari masa ke masa. Inilah yang bisa jadi acuan untuk membuat sektor industri kreatif dan teknologi di masa depan, dengan mengetahui jejaknya di ACMI.

National Gallery of Victoria (Shinta/detikcom)National Gallery of Victoria (Shinta/detikcom)


ACMI (Shinta/detikcom)ACMI (Shinta/detikcom)


Kedua tempat di atas merupakan bagian 'formal' yang menjadi tempat belajar. Bukan hanya yang serius saja, tempat-tempat di Melbourne, menjadi destinasi menarik penyalur idealisme seniman dan orang di industri kreatif.

Hosier Lane contoh nyatanya. Inilah gang berseni dengan mural-mural atau street art dari seniman kota Melbourne. Entah sengaja dibiarkan pemerintah atau tidak, pada faktanya Hosier Lane bukan cuma ladang 'corat-coret', tetapi juga menjadi potensi pariwisata yang dikunjungi turis.

Hosier Lane (Randy/detikTravel)Hosier Lane (Randy/detikTravel)


Melbourne memang tahu, bahwa anak muda gemar berinteraksi dengan nongkrong. Sejumlah restoran, kafe, bar memiliki keunikan yang menjadi ladang penyalur bagi para pelaku seni. Sejumlah tempat tersebut, tidak jarang menyajikan siaran AFL, atau live music dan DJ.

Belum lagi, kafe-kafe yang disediakan untuk para komedian yang ingin open mic atau hanya sekadar membeberkan keresahannya. Hal itu, bisa dilihat dari kehadiran kafe The Comic's Lounge, The Butterfly Club yang menyediakan hiburan cabaret atau The Last Laugh Comedy Club.

BACA JUGA: Nggak Selamanya Mahal, Ini 6 Tempat Wisata Gratis di Melbourne

Begitu pun dengan event, yang berpotensi mendatangkan wisatawan. Seperti Melbourne Art Festival, Melbourne International Comedy Festival, Melbourne International Games week dan aneka festival seni lainnya.

Mengacu data The Boston Consulting Group berjudul 'Melbourne as a Global Cultural Destination', Melbourne memiliki 549 tempat live music, menjadi tempat paling banyak dikunjungi dalam industri film, tempat terbesar ke-3 festival komedi dan peringkat 19 galeri seni paling banyak dikunjung di dunia.

(The Boston Consulting Group)(The Boston Consulting Group)


Berbagai program ini nyatanya membuahkan hasil di bidang pariwisata. Menurut data yang dimiliki KPMG Australia berjudul 'Economic Impact of the Victorian Arts and Cultural Sector', berbagai festival budaya dan seni terbukti menaikkan 5,5% wisatawan ke Melbourne. Tahun 2011, menurut data tersebut yang mengacu pada Tourism Research Australia, hampir 400 wisatawan budaya domestik dan internasional datang ke Melbourne dan berbagai wilayah Australia.

Tentunya, ini menjadi bukti nyata bahwa industri kreatif juga menjadi potensi besar untuk berbagai sektor, tidak terkecuali pariwisata. Bukan tidak mungkin, Indonesia bisa mengembangkan industri kreatif ke jenjang yang lebih serius untuk menunjang pendapatan dan kesejahteraan warganya. Mungkin saja..

(sna/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED