Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Mei 2019 16:31 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Point Nemo: Tempat Paling Sulit Didatangi di Bumi

Afif Farhan
detikTravel
Peta Point Nemo (Google Maps)
Peta Point Nemo (Google Maps)
Point Nemo - Bumi punya banyak misteri, seperti lokasi-lokasi yang sulit didatangi. Salah satunya adalah Point Nemo, yang sungguh sangat amat jauh dari mana-mana!

Dilansir detikcom dari BBC Earth, Rabu (15/5/2019) Point Nemo bukan suatu kepulauan. Point Nemo merupakan nama suatu lautan di Samudera Pasifik bagian selatan yang sulit terakses. Sebutannya 'the oceanic pole of inaccessibility'.

Point Nemo diapit tiga benua yaitu benua Australia di sebelah kiri, benua Amerika Selatan di bagian kanan, dan benua Antartika di bawahnya. Tepatnya di koordinat 47°30′ S 120°00′ W.

Terang saja, Point Nemo jauh dari mana-mana. Jarak terdekat dari pemukiman manusia (di Kepulauan Pitcairn dan Pulau Paskah) adalah 2.688 km. Kalau ke Selandia Baru, jaraknya 2.778 km.

Point Nemo (AFP)Point Nemo (AFP)


Point Nemo pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan bernama Hrvoje Lukatela di tahun 1992. Menggunakan program komputer geospasial, dia membayangkan bumi itu tiga dimensi dengan titik lautan yang paling terpencil pasti berjarak sama dari tiga garis pantai yang berbeda.

Maka ditemukanlah Point Nemo, yang masing-masing berjarak 2.688 km dari tiga garis pantai yang berbeda. Pantai-pantai itu adalah Pulau Ducie di Kepulauan Pitcairn, Pulau Paskah yang masuk bagian negara Chhile dan Pulau Maher di Antartika.

Nama Point Nemo sendiri diambil dari kisah fiksi Captain Nemo milik Jules Verne. Tapi kalau menurut bahasa latin, Nemo punya arti 'no one'.

Ada apa di Point Nemo?

Tidak banyak kehidupan, termasuk biota laut. Menurut ahli kelautan Steven D'Hondt dari University of Rhode Island di AS menyebut, Point Nemo adalah tempatnya arus samudera yang berputar dan seperti terjebak.

Ada dua benua di timur dan barat, serta arus samudera dari kawasan khatulistiwa di utara dan arus laut dari Antartika di selatan. Arus tersebut menghalangi air yang lebih dingin untuk masuk, sehingga nutrisi di lautannya pun sangat sedikit. Plus jauh dari daratan, tidak ada angin yang membawa bahan organik berhembus ke sana.

Dikarenakan tidak banyak biota laut dan jauh dari pemukiman manusia, maka Point Nemo dijadikan tempat sampah wahana antariksa. Wahana antariksa tersebut seperti satelit hingga pesawat-pesawat tanpa awak.

Arus samudera di Point nemo (Karsten Schneider/Science Photo Library/BBC)Arus samudera di Point nemo (Karsten Schneider/Science Photo Library/BBC)


Setidaknya, sudah 300 wahana antariksa dari berbagai dunia dibuang di Point Nemo. Laboratorium ruang angkasa milik Rusia, bernama Mir dengan berat 120 ton ini pun pernah dibuang ke sana pada tahun 2001 silam.

"Wahana antariksa tidak semuanya hancur terbakar di atmosfer, kebanyakan adalah tangki bahan bakar yang terbungkus serat karbon kompleks dan tahan terhadap suhu tinggi," kata pengamat luar angkasa, Alice Gorman dari Flinders University di Adelaide, Australia.

"Kalau pun ternyata ada bahan bakar yang masih utuh, seharusnya tidak berbahaya bagi kehidupan laut," tambahnya.

Namun kini, banyak pihak yang memprotes sampah-sampah wahana antariksa di Point Nemo karena ujung-ujungnya laut juga tercemar. Badan-badan antariksa di berbagai negara pun sedang mencari jalan keluar dan teknologi terbaru agar wahana antariksa tidak lagi dibuang ke Bumi.

Mir, laboratorium luar angkasa milik Rusia sebelum jatuh ke Point Nemo (Nasa/BBC)Mir, laboratorium luar angkasa milik Rusia sebelum jatuh ke Point Nemo (Nasa/BBC)


Point Nemo begitu sulit didatangi, karena arus dan jauhnya dari daratan. Para peneliti saja butuh waktu berbulan-bulan mengarunginya, tentu dengan peralatan dan kapal yang super canggih.

Kehidupan bawah laut Point Nemo pun masih jadi misteri. Baik dari biota laut di dasar laut hingga kontur tanah di dasar lautnya.

Tahun 1997 misalnya, terdengar suara 'bloop' dari dalam lautnya yang jadi heboh. Diteliti dan direkam oleh National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), suara bloop direkam dengan hydrophones khusus (pernah digunakan tentara AS untuk mendeteksi kapal selam) yang berjarak 5.000 km.

Suara 'bloop' terdengar seperti gelembung air yang pecah. Banyak peneliti berpendapat, suara itu bersumber dari mahluk hidup. Namun ada juga yang berpendapat, suara itu berasal dari aktivitas di dalam Bumi seperti gempa.

Point Nemo, namanya lebih dikenal para astronot dibanding orang-orang di daratan (Reuters)Point Nemo, namanya lebih dikenal para astronot dibanding orang-orang di daratan (Reuters)


Point Nemo adalah tempat paling sulit didatangi di Bumi dan tempat yang paling kesepian. Sangat sulit ke sana, jauh dari mana-mana. Sekaligus menyimpan misteri yang penuh cerita.

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA