Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Mei 2020 20:39 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Hotel Cantik di Pinggir Tebing, Bangunnya Pakai Tangan, Butuh 36 Tahun!

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Garden of the famous Casapueblo, the Whitewashed cement and stucco buildings near the town of Punta Del Este, Uruguay, January 28th 2019
Foto: Hotel Casapueblo (Getty Images/ivotheeditors)
Punta del Este -

Ada hotel cantik di Uruguay yang berlokasi di tepi tebing. Sang pemilik membutuhkan waktu 36 tahun untuk membangun hotel ini dengan menggunakan tangan.

Casapueblo, begitulah nama hotel yang dimaksud itu. Hotel ini berada di kota Punta del Este. Lokasinya sangat mencolok karena tepat berada di pinggir tebing.

Casapueblo didesain dan dibangun oleh seniman bernama Carlos Paez Villaro. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun hotel ini. Total lama waktu pembangunan hotel mencapai 36 tahun.

Dirangkum detikTravel dari beberapa sumber, Carlos Paez Villaro sendirilah yang membangun bangunan hotel dengan menggunakan tangannya, dibantu oleh para nelayan lokal, menjadikan bentuk hotel ini sangat unik.

Garden of the famous Casapueblo, the Whitewashed cement and stucco buildings near the town of Punta Del Este, Uruguay, January 28th 2019 Foto: Getty Images/ivotheeditors



Jika dilihat dari kejauhan, maka Hotel Casapueblo tampak seperti berdiri di terasering. Total ada 13 teras berundak yang menjadi bagian dari bangunan hotel, dengan total ada 72 kamar yang bisa dihuni.

Sang pemilik sekaligus arsitek, Carlos Paez sangat terinspirasi dari seniman lain seperti Pablo Picasso dan Brigitte Bardot. Jadilah dia ingin membangun sebuah bangunan yang merepresentasikan karyanya.


Di tahun 1958, Carlos membeli sebidang tanah yang kini jadi lokasi Casapueblo. Setelah membeli tanah, Carlos tidak langsung mendirikan bangunan hotel. Bangunan pertama yang dia dirikan di tanah itu adalah sebuah gudang peralatan.

Setelah gudang, Carlos lantas membangun La Pionera, sebuah studio kayu tempat Carlos biasa bekerja dan berkarya. Kemudian satu per satu bangunan hotel dia dirikan dengan menggunakan tangannya sendiri.

Garden of the famous Casapueblo, the Whitewashed cement and stucco buildings near the town of Punta Del Este, Uruguay, January 28th 2019Foto: (Club Hotel Casapueblo)


Ya, Carlos sendirilah yang membentuk setiap lekukan, lorong dan teras di Casapueblo. Dia sendiri yang mengaduk semen dan membentuk fasad bangunan dengan menggunakan tangannya, seperti seorang seniman menciptakan patung.

Bisa dibilang Casapueblo adalah separuh bangunan dan separuh patung. Tak heran jika Carlos butuh waktu lebih dari 3 dekade untuk menyelesaikan Casapueblo.

Sayang, Carlos tidak bisa selamanya tinggal di Casapueblo. Di tahun 2014 silam, Carlos wafat. Sekarang Casapueblo tetap dibuka untuk mengenang hasil karya Carlos yang mengagumkan. Pengelolaan Casapueblo dilakukan oleh stri keduanya.


Selain difungsikan sebagai hotel, Casapueblo juga terdapat museum dan juga restoran. Ada juga spa yang melengkapi hotel tersebut. Museum buka dari jam 10 hingga saat matahari terbenam waktu setempat.

Di saat menjelang penutupan museum, traveler bisa mengikuti 'Upacara Matahari' dimana akan diputarkan video Carlos membacakan puisi yang dia dedikasikan untuk Sang Surya. Traveler juga bisa menikmati pemandangan indah Samudera Atlantik dari hotel Casapueblo.



Simak Video "Uruguay Babak Belur Dihajar Ekuador"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA