Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 30 Jun 2020 21:03 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Aneh, Hewan Ini Makan Kotorannya Sendiri

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Mamalia yang makan kotorannya sendiri.
Foto: (NPS.Gov)
Ontario -

Memakan kotoran atau feses sendiri memang terdengar tak lazim. Namun, hewan mamalia yang satu ini sungguh melakukannya. Adalah Pika atau Pikas (Ochotona), sebuah mamalia lucu yang tinggal di sejumlah tempat di Asia dan Amerika Utara.

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Selasa (30/6/2020), Pika juga merupakan saudara dekat dari kelinci dan punya banyak kemiripan.

Walau fisiknya kecil seperti kelinci, tapi Pika tak memiliki ekor serta kuping yang lebih pendek. Berat badannya pun hanya 140 gram saja, jadi sangat ringan.

Hanya saja, jangan bandingkan Pika dengan saudaranya yang terkenal jinak dan ramah tersebut. Hidup berkoloni, pika diketahui sangat agresif. Jadi jangan coba-coba mendekatinya.

Adapun, pika merupakan herbivora generalis yang makan apa saja. Walaupun, Pika lebih banyak memakan tumbuhan seperti rumput dan lainnya.

Mamalia yang makan kotorannya sendiri.Mamalia ini makan kotorannya sendiri (NPS.Gov)

Namun, perilaku makan Pika memang terbilang unik dan beda dari lainnya. Diketahui, Pika adalah coprophagic atau binatang yang memakan fesesnya sendiri atau feses binatang lain. Contoh lainnya adalah lalat yang sudah lebih dulu populer.

Mungkin terdengar aneh, tapi dengan cara itu Pika mengolah makanan secara maksimal. Ketika pertama kali buang air, feses Pika diketahui berwarna hijau tua. Hanya setelah dimakan kembali, barulah Pika mengeluarkan feses yang berwarna hitam. Berarti, feses telah tercerna secara maksimal.

Apabila ingin melihatnya, Pika banyak ditemui di Pegunungan Rocky atau Taman Nasional Yellowstone di Amerika. Biasanya, kehadiran mereka kerap dijumpai oleh para pendaki atau trekker.

Kabar buruknya, keberadaan mamalia menggemaskan ini disebut kian terancam. Dalam study dari Global Change Biology, fenomena pemanasan global disebut kian meningkatkan ancaman kepunahan Pika.



Simak Video "Kanada Dihantam Gelombang Kedua Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA