Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 25 Jul 2020 22:05 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Rahasia yang Tersembunyi di Angkor Wat Kamboja

Rizka Elfira
detikTravel
angkor wat
Angkor Wat di Kamboja (Ayuk Fitri/d'Traveler)
Phnom Penh -

Menjadi monumen keagamaan terbesar di dunia, Angkor Wat menyimpan kisah tersembunyi. Yakni tentang kegigihan seorang arsitek Kamboja.

Dilansir detikcom dari BBC, Sabtu (25/7/2020) saking luasnya Angkor Wat Kamboja sampai disebut sebagai "Temple City". Adanya labirin pertahanan dari dinding dan parit, lima menara megah dan juga patung-patung batu pasir ini bukan hanya menjadi simbol kebanggaan bagi kebudayaan nasional, tapi juga menjadi salah satu bangunan keagamaan terbesar hasil ekspresi arsitektur kuno yang pernah dibangun.

Merupakan monumen keagamaan terluas di dunia yang sudah ada sejak sekitar 900 tahun yang lalu dan terbentang sekitar 400 km persegi, di sana Anda dapat berjalan beberapa kilometer menyusuri dan mengikuti sebagian kecil jalanan di Siem Reap untuk bisa membaca tulisan tangan "Angkor Wat in Miniature" hingga akan menemukan yang terkecil.

Arsitek dan pematung, Dy Proeung, susah payah menciptakan kembali model rumit dari batu pasir merah muda, pendakian yang menjulang tinggi dan parit pertahanan, semuanya dibangun dengan skala yang menakjubkan. Inspirasi tempat museum mewakili karya kehidupan Proeung dan kisah di balik penciptaannya dengan miniatur Kota Temple itu sendiri.

Preung terpikat dengan Angkor Wat dan mengukir detail gambar-gambar di komplek candi tersebut. Setelah kelulusannya dari Seni Murni, Royal University di Phnom Penh, ia memutuskan untuk menjalankan pekerjaan impiannya dengan bekerja di Angkor Conservation.

Wat Angkor kelebihan turisAngkor Wat yang jadi favorit turis (AFP)

Pada 1975, Khmer Merah Kamboja berkuasa, dan selama empat tahun berikutnya, rezim totaliter mengeksekusi salah satu genosida terburuk pada abad ke-20, menewaskan sebanyak dua juta orang. Karena Proeung dianggap merupakan seniman yang berintelektual, hidupnya pun berisiko.

Daripada membakar hasil karyanya dan bukti lain mengenai identitasnya, Proeung memutuskan untuk menyembunyikan dokumen-dokumen tersebut di dalam hutan tepat di belakang rumahnya saat dirinya dalam penggerebekan oleh rezim. Tempat tersebut yang kini menjadi tempat Museum Angkor Wat berada.

Proeung akhirnya dipenjara, tetapi lolos dari eksekusi berkat intervensi oleh anggota keluarga yang bekerja untuk rezim. Setelah Khmer Merah digulingkan pada tahun 1979, kurang lebih 20 tahun Proeung mulai kembali menggali gambar skalanya dari Angkor Wat dan membangun kota kecilnya sedikit demi sedikit. Kompleks asli sejauh 6 km kreasi Proeung hingga saat ini mampu menarik wisatawan dari seluruh dunia dan berdiri sebagai simbol yang menakjubkan dari kejeniusan seorang arsitektur Kamboja dan warisan budayanya yang abadi.



Simak Video "Kamboja Laporkan Kematian Pertama Akibat COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA