Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Agu 2020 15:34 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

The Gap yang Sering Dijadikan Tempat Bunuh Diri

Hanifah Kusumawati
detikTravel
The Gap atau Tebing Samudera di Australia
The Gap (Hanifah Kusumawati/d'traveler)
Jakarta -

Dibalik keindahan tebing samudra terdapat beberapa kejadian nyata yang menyeramkan, yaitu banyak orang yang bunuh diri sini. Namanya adalah The Gap.

Hal ini sudah tidak asing lagi didengar oleh penduduk Sydney, karena hal ini sudah terjadi sejak tahun 1836. The Gap atau tebing samudra yang terletak di Watsons Bay, Sydney Australia, menjadi sebuah tempat favorit untuk bunuh diri bagi penduduk Sydney dan sudah memakan banyak korban.

Belum adanya penerapan pengamanan modern seperti kamera CCTV saat itu. Akan tetapi, sejak tahun 2008 pemerintah mulai memberikan pengamanan pencegahan bunuh diri dengan memasang kamera CCTV di sekitar tebing samudra, hingga dibuat pagar yang agak mencondong ke dalam. Hingga kini sudah mulai berkurang orang yang berani untuk melakukan bunuh diri.

Minggu pagi kami berangkat dari suburb Birrong menuju Watsons Bay yang terletak di pinggiran timur kota Sydney, New South Wales, Australia.

Kali ini kami menggunakan transportasi umum yaitu kereta yang bermula dari stasiun Birrong menuju ke Circular Quay yang merupakan tempat pelabuhan dan letaknya berdekatan dengan Sydney Harbour Bridge dan Sydney Opera House. Perjalanannya kira-kira memakan waktu selama 45 menit.

The Gap atau Tebing Samudera di AustraliaThe Gap atau Tebing Samudera di Australia Foto: (Hanifah Kusumawati/d'traveler)

Kemudian jika ingin menuju ke Watsons Bay, kami harus menaiki kapal Sydney Ferry yang memakan waktu 30 menit. Di sini kami bisa melihat keindahan lautan yang berwarna biru dan banyak kapal-kapal serta keindahan Sydney Opera House, Sydney Harbour Bridge dan bangunan kota Sydney.

Sesampainya kami di Watsons Bay, kami berjalan melewati Robertson Park dimana banyak orang-orang membawa keluarganya atau teman-temannya untuk bersantai, berolahraga, dan untuk anak kecil dapat bermain di taman bermain di sekitar taman tersebut.

Bila ingin menuju ke tebing samudra atau The Gap, kami harus menyebrang setelah melewati taman dan berjalan kaki yang sedikit menanjak ke atas dan menaiki beberapa anak tangga. Setelah sampai di puncak atas, kami bisa melihat pemandangan keindahan lautan yang biru dengan suara desiran ombak yang terdengar. Terlihat juga rumah penduduk, Sydney Harbour Bridge, dan bangunan-bangunan kota Sydney.

Di sana banyak orang yang mengabadikan gambar dengan berfoto dan jangan takut bila berada di puncak tebing samudra atau The Gap. Karena sudah diberi pengamanan pagar-pagar yang cukup kuat dan terlihat beberapa CCTV yang terpasang di sudut-sudut tertentu, serta dipasang beberapa papan peringatan yaitu salah satunya tidak boleh berdiri di belakang pagar dan jika dilakukan akan terkena denda sekitar 150 AUD atau Rp 1.500.000.

Terlihat di salah satu pagar pembatas telah tertempel sebuah boneka beruang dan sekuntum bunga berwarna putih, yang dilakukan oleh seseorang untuk mengenang salah satu korban bunuh diri.

Sedikit bercerita mengenai seorang penyelamat para korban bunuh diri di tebing samudra yaitu seorang lelaki lanjut usia yang bernama Donald Taylor Ritchie atau dikenal dengan Don Ritchie. Don Ritchie adalah seorang pensiunan angkatan laut di Australia.

Ritchie sudah menolong sekitar 160 orang yang mencoba untuk melakukan bunuh diri dengan melompat di tebing samudra, sehingga dijuluki dengan sebutan Angel of The Gapoleh penduduk Sydney. Don Ritchie menutup usianya pada tanggal 13 May 2012 di usia 86 tahun.

Jika kita berjalan kembali menelusuri tebing samudra akan menemukan sebuah jangkar peninggalan kapal Dunbar. Kapal Dunbar ini berasal dari Inggris dan pemiliknya yang bernama Duncan Dunbar.

The Gap atau Tebing Samudera di Australiajangkar peninggalan kapal Dunbar Foto: (Hanifah Kusumawati/d'traveler)

Kapal ini merupakan salah satu kapal layar terbesar yang membawa penumpang kelas satu atau first class dan kapal pengangkut kargo untuk mengunjungi ladang emas di Australia.

Saat itu kapal Dunbar di bawah komando Kapten Green dan telah terjadi kecelakaan karena hujan deras serta angin kencang yang menyebabkan kapal tiba-tiba menabrak batu karang di tebing samudra atau The Gap. Kapal Dunbar yang membawa 59 kru kapal dan 63 penumpang yang menyebabkan memakan banyak korban meninggal sehingga hanya tersisa satu orang yang selamat yaitu seorang pelaut bernama James Johnson.

Oleh karena itu untuk mengingat peristiwa bersejarah tersebut, maka dipajanglah sebuah jangkar kapal Dunbar di atas ujung selatan The Gap.

Tiap kali kami mengunjungi beberapa objek wisata, terlihat penduduk Sydney yang sangat gemar berolahraga, seperti lari, jogging, dan bersepeda. Salah satunya di tempat ini terlihat banyak orang yang berolahraga jogging sambil menikmati pemandangan di sekitar Tebing Samudra.

Jika kita berjalan menelusuri tebing samudra ini, terlihat jalan kecil bagi pejalan kaki yang akan bisa menembus ke pantai Bondi dengan jarak 7,7 km. Bagi yang gemar berolahraga hal ini patut dicoba. The Gap atau tebing samudra di Watsons Bay ini sangat bagus sebagai salah satu destinasi tempat wisata jika kalian mengunjungi kota Sydney di Australia.

***

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Hanifah Kusumawati, dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Cegah Transmisi Corona, Inggris Ciptakan Aplikasi Jaga Jarak"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA