Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 28 Jul 2021 11:11 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Sundarban, Muara Hutan Bakau Terbesar Dunia yang Mulai Tenggelam

bonauli
detikTravel
Taman Nasional Sundarbans
(Getty Images/iStockphoto) Taman Nasional Sundarban

"Suamiku tak ada di sana ketika badai terjadi. Saya meneleponnya setelah badai reda dan dia sangat khawatir," ujarnya.

Suami Feroza harus menahan sakitnya penderitaan selagi bekerja sebagai kuli di pabrik garmen. Jarak antara kampung halaman dan Kolkata sendiri 130 km.

"Saya tidak menghasilkan cukup uang untuk membawa istri dan anak saya ke Kolkata," ucap Sheik Mustakin, suami Feroza.

Sheik mengatakan bahwa di tempat kerjanya ada begitu banyak pria sepertinya. Kebutuhan mereka saat ini hanya bertahan hidup.

Taman Nasional SundarbansTaman Nasional Sundarbans Foto: (Getty Images/iStockphoto)

Dulunya Sheik bekerja sebagai petani di Sundarban. Naiknya permukaan air laut, membuat lahan garapannya tenggelam dan menghentikan perekonomiannya.

"Ada begitu banyak wanita seperti saya, mereka bertahan hidup di sini sementara suami kami bekerja di luar kota," cerita Feroza.

Rindu tak bisa terbendung. Feroza bahkan membantu anaknya untuk menyibukkan diri agar tak terlalu memikirkan ayahnya.

"Saya juga merasa kesepian, tapi tak bisa bercerita ke siapa-siapa. Kepada siapa lagi saya curhat kalau tidak ada suami saya?" ucapnya menahan tangis.

Para akedemisi juga melihat keberadaan miris Sundarban. Salah satunya Profesor Sugata Hazra, Jadavapur University.

"Jika kita kehilangan Sundarban, maka laut akan masuk ke Kolkata," ujarnya.

Bukan cuma kehilangan 5-10 juta orang, India akan kehilangan situs warisan dunia yang dilindungi oleh dunia. Meski pelan, tapi hilangnya pulau-pulau Sundarban semakin pasti.

"Karena badai menghancurkan rumah kami, banyak dari kami yang sekarang hidup di dalam tenda sementara," kata Prabhat dan Phullora Mondal, warga Pulau Sonagha.

Taman Nasional SundarbansTaman Nasional Sundarbans Foto: (Getty Images/iStockphoto)

Kejadian ini sudah dialami oleh para warga setiap tahun. Sedangkan pergi dari sana bukanlah pilihan untuk mereka. "Kami tidak punya uang, bagaimana kami mencari kerja? Kami tidak mengenal siapa pun di kota," ujar mereka.

Saking pahitnya keadaan mereka, warga Sonagha bahkan bersedia untuk mati di sana. Tak ada jalan keluar. Senin (26/7) kemarin, kita memperingati Hari Mangrove Sedunia. Kiranya keberadaan mangrove bisa semakin terawat demi kelangsungan hidup masyarakat. Yu, kita jaga hutan mangrove kita.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA