Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 02 Okt 2021 16:21 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Taman Nasional Bali Barat Dibuka, Rumahnya Burung Jalak Bali

Sui Suadnyana
detikTravel
Taman Nasional Bali Barat
Burung jalak Bali bertengger di atas rusa (Foto: Taman Nasional Bali Barat)
Denpasar -

Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Taman Nasional Bali Barat di kawasan Kabupaten Jembrana dan Buleleng, Bali diuji coba buka untuk kunjungan wisatawan. Dengan dibukanya Taman Nasional Bali Barat, wisatawan kini kembali bisa melihat burung jalak Bali di habitat aslinya.

"Ya sudah dibuka," kata Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat, Agus Ngurah Krisna Kepakisan, dalam pesan singkatnya kepada detikTravel, Sabtu (2/10/2021).

Agus mengatakan, uji coba dibukanya ODTWA Taman Nasional Bali Barat untuk wisatawan sudah dimulai pada Selasa (14/9). Namun jumlah kunjungan masih dibatasi yakni 30 persen dari kapasitas daya dukung obyek wisata.

Setiap pintu masuk ke Taman Nasional Bali Barat juga sudah mempunyai kuota tertentu dalam penerimaan wisatawan. Ada empat pintu masuk yakni Labuan Lalang dengan 140 orang/hari, Banyumandi 120 orang/hari, Karangsewu 55 orang/hari, dan Tegal Bunder maksimal 20 orang/hari.

Selain itu, waktu kunjungan juga ditetapkan dari pukul 08.00 WITa sampai pukul 16.00 WITa. Wisatawan yang ingin berkunjung diharapkan dapat memesan tiket secara daring.

Seperti diketahui, kawasan Taman Nasional Bali Barat sebagai tempat konservasi bagi burung jalak Bali. Usaha konservasi burung Jalak Bali dilakukan melalui kegiatan penangkaran di dalam kawasan.

"Jadi kalau di kami istilahnya itu pusat pembina populasi curik Bali. Kalau di luar dibilang penangkaran," terang Agus.

Usaha konservasi tersebut juga dilakukan dengan pembinaan habitat. Pembinaan habitat itu dilakukan dengan mempersiapkan tempat hidup supaya sesuai dengan burung jalak Bali. Berbagai pembinaan habitat dilakukan dengan pembersihan tanaman invansif spesies seperti semak-semak yang menutupi savana.

Tak hanya itu, pihak pengelola Taman Nasional Bali Barat juga aktif melepaskan burung Jalak Bali ke alam liar melalui proses adaptasi di kandang habituasi. Saat berumur delapan bulan, burung Jalak Bali dibawa ke kandang habituasi dan setelah tiga bulan langsung dilepaskan ke alam liar.

"Nah pada saat dilepaskan ke alam itu kita siapkan juga sarang-sarang buatan. Karena dia (Jalak Bali) bersarangnya kan di lubang pohon, lubang pohon yang alami. Di alam kan mereka punya saingan untuk menempati lubang itu, ya dengan lebah, dengan burung-burung yang lain. Nah jadi kita siapkan sarang buatan. Nah mereka memanfaatkan itu," tutur Agus.

"Petugas melakukan monitoring setiap hari, ke mana mereka tidurnya, bangunnya, juga dihitung, pohon-pohon mana yang dijadikan tempat tidur mereka, itu dimonitor, dijaga juga keamanannya," tambahnya.

Agus mengatakan, selama dijaga dengan baik perkembangan burung Jalak Bali akan aktif untuk berkembangbiak. Karena itu, daya dukung habitatnya harus dijaga seperti ketersediaan pohon-pohon pakan.

"Nah jadi kalau di alam itu, burung jalak Bali atau Curik Bali ini mulai berkembang biak atau kawin itu saat musim hujan. Mulai musim hujan mereka pasangannya sudah mulai aktif sudah, sudah mengangkut sarang, kemudian bertelur. Namun saat musim kemarau, produktivitas Jalak Bali mulai menurun," papar Agus.

Selain bisa melihat burung Jalak Bali, ada beberapa hal lain yang ditawarkan di Taman Nasional Bali Barat, seperti diving dan snorkeling. Hal ini dapat dilakukan di perairan Pulau Menjangan untuk melihat keindahan terumbu karang.

Kemudian terdapat juga kegiatan trekking atau berjalan masuk ke kawasan hutan. Ada pula bird watching atau animal watching untuk melihat burung jalak Bali atau burung-burung dan satwa lainnya.

Adapun satwa lain yang juga berhabitat di sana yakni rusa, kijang, monyet hitam, ayam hutan, monyet ekor panjang. Bahkan di Taman Nasional Bali Barat terdapat 205 jenis spesies burung.

Tak hanya itu, Taman Nasional Bali Barat juga menawarkan untuk tempat berkemah dan menikmati keindahan alam bagi wisatawan.

"Jadi menikmati keindahan pantai dengan gunung dan bukit yang ada di Teluk Karangsewo, Gilimanuk. Yang atraksi keindahan alam ini biasanya untuk masyarakat atau wisatawan bisa mengambil foto-foto di sana," terangnya.

Untuk diketahui, Taman Nasional Bali Barat mempunyai luas 19.026 hektar. Luas tersebut terdiri atas luasan perairan dan daratan.

"Kurang lebihnya itu 14 ribu-nya adalah darat, nah 5 ribu itu perairan. Kurang lebih (luasnya) seperti itu," terang Agus.



Simak Video "Banjir Rendam Kawasan Seminyak Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA