×
Ad

Singgah di Nilgen Park, Australia Barat, Surga Bunga Liar yang Beradaptasi dengan Api

Femi Diah - detikTravel
Senin, 22 Jun 2026 12:02 WIB
Nilgen Nature Reserve berada di pesisir Australia Barat, dekat Lancelin, sekitar dua jam perjalanan dari Perth, surga bunga liar yang beradaptasi dengan kebakaran.(Femi Diah/detikcom)
Lancelin, Australia -

Hamparan bunga liar bermekaran di tengah lanskap yang pernah dilalap api. Di Nilgen Park, Australia Barat, kebakaran bukan akhir kehidupan, tetapi bagian dari siklus alam yang membuat ribuan bunga endemik kembali tumbuh dan mekar.

Setibanya di kawasan ini, pengunjung akan disambut jalur pejalan kaki yang mengarah ke Nilgen Lookout dan Wildflower Walk. Sebuah papan informasi di pintu masuk menjelaskan rute pendek menuju titik pandang serta lintasan melingkar yang memungkinkan wisatawan menjelajahi ragam vegetasi lokal.

Dari puncak lookout, panorama garis pantai Samudra Hindia terbentang luas, berpadu dengan hamparan semak dan hutan rendah yang menjadi habitat beragam spesies tumbuhan khas Australia Barat.

detikTravel menyambangi kawasan itu pada akhir Mei lalu bersama Antavaya. Jangan membayangkan hamparan bunga dengan mahkota warna-warni yang mencolok saat berkunjung ke Nilgen Nature Reserve, atau Nilgen Park, di pesisir Australia Barat, dekat Lancelin, sekitar dua jam perjalanan dari Perth.

Di kawasan ini, traveler justru akan menjumpai bunga-bunga liar berukuran kecil dengan bentuk unik yang bersembunyi di antara semak belukar.

Penampilannya pun cenderung muram. Kelopak bunga didominasi warna-warna gelap seperti cokelat tua, merah marun, hingga kehitaman, menyatu dengan semak dan pepohonan yang menyimpan jejak kebakaran.

Namun ternyata di balik tampilannya yang sederhana, bunga-bunga itu menjadi simbol ketangguhan alam Australia Barat yang mampu beradaptasi dan bangkit setelah dilalap api.

Taman Nasional Nilgen atau Nilgen Nature Reserve di Carvantes, surga bunga dan satwa liar di Australia Barat. (Femi Diah/detikcom)

Nilgen Nature Reserve bukan kawasan konservasi biasa. Cagar alam seluas sekitar 5.507 hektare itu menjadi rumah bagi lebih dari 650 spesies tumbuhan. Vegetasinya didominasi hutan banksia, semak pesisir (coastal heath), dan hamparan vegetasi rendah yang kini semakin jarang ditemukan di kawasan konservasi lain di Australia Barat.

Keistimewaan Nilgen Park terletak pada kekayaan bunga liarnya. Saat musim semi tiba, kawasan ini berubah menjadi kanvas warna-warni yang dipenuhi bunga banksia, kangaroo paw, grevillea, hingga berbagai jenis anggrek liar.

Australia Barat memang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman flora terbesar di dunia, dengan ribuan spesies tumbuhan yang tidak ditemukan di tempat lain.

Alicia, pemandu, memberikan keterangan tentang keunikan Nilgen Nature Reserve berada di pesisir Australia Barat, dekat Lancelin, sekitar dua jam perjalanan dari Perth, surga bunga liar yang beradaptasi dengan kebakaran. (Femi Diah/detikcom)

Menariknya, banyak tanaman di Nilgen justru memiliki hubungan erat dengan api. Dalam ekosistem semak belukar Australia, kebakaran alami telah menjadi bagian dari siklus kehidupan selama jutaan tahun.

Sejumlah spesies tumbuhan mengembangkan strategi adaptasi unik agar mampu bertahan, bahkan memanfaatkan api untuk berkembang biak. Beberapa jenis tanaman banksia, misalnya, baru membuka buah dan melepaskan bijinya setelah terkena panas akibat kebakaran.

"Semua biji di dalamnya akan tersebar terbawa angin. Api justru baik untuk tanaman ini. Bisa dilihat bunga-bunga itu memiliki lubang-lubang kecil, dan dari situlah biji-bijinya keluar," ujar Alicia, pemandu wisata, sambil menunjukkan salah satu tanaman yang tumbuh di kawasan tersebut.

Nilgen Nature Reserve berada di pesisir Australia Barat, dekat Lancelin, sekitar dua jam perjalanan dari Perth, surga bunga liar yang beradaptasi dengan kebakaran. (Femi Diah/detikcom)

Adaptasi serupa juga terlihat pada tumbuhan lain yang menyimpan cadangan energi di bawah tanah. Setelah kebakaran berlalu, tunas-tunas baru muncul dengan cepat memanfaatkan tanah yang kaya nutrisi dan minim persaingan.

Fenomena itu membuat kawasan yang sempat hangus dapat kembali menghijau dalam waktu relatif singkat, bahkan sering kali menghasilkan ledakan bunga yang lebih spektakuler dibanding sebelumnya.

Saat menyusuri Wildflower Walk sepanjang sekitar 600 meter, traveler dapat melihat langsung jejak kebakaran lama pada batang-batang pohon yang menghitam.

Namun alih-alih menjadi tanda kerusakan permanen, bekas luka tersebut justru menunjukkan kemampuan alam Australia untuk beradaptasi. Di antara ranting-ranting yang pernah terbakar, tumbuh dedaunan segar dan aneka bunga yang menarik burung madu, serangga penyerbuk, serta satwa kecil lainnya.

Nilgen juga menjadi habitat penting bagi berbagai satwa liar. Kawasan ini berfungsi sebagai koridor ekologis yang menghubungkan sejumlah kawasan konservasi di Australia Barat. Kanguru, emu, kakatua hitam Carnaby, hingga berbagai marsupial kecil kerap ditemukan hidup di antara vegetasi semak pesisir tersebut.

Nilgen Nature Reserve berada di pesisir Australia Barat, dekat Lancelin, sekitar dua jam perjalanan dari Perth, surga bunga liar yang beradaptasi dengan kebakaran. (Femi Diah/detikcom)

Tak hanya kaya secara ekologis, Nilgen juga memiliki nilai sejarah dan budaya. Kawasan ini merupakan bagian dari wilayah tradisional masyarakat adat Yued Noongar yang telah memanfaatkan pesisir tersebut selama ribuan tahun sebagai tempat berburu, mencari makanan, berdagang, dan menggelar berbagai kegiatan budaya.

Merujuk keterangan pada papan informasi di sana, Nilgen berasal dari sebuah rawa yang dahulu menjadi titik penting di jalur penggiringan ternak Old North West Stock Route pada abad ke-19. Ribuan sapi dan domba pernah melintasi kawasan ini menuju Perth maupun wilayah tambang emas di pedalaman Australia Barat.

Destinasi ini menjadi bagian perjalanan menuju The Pinncales Desert. Dari Perth, sebelum sampai di sini, traveler juga bisa singgah di Moore River Estuary.



Simak Video "Serunya Bermain Air di Air Terjun Mata Jitu, Pulau Moyo, Sumbawa"

(fem/ddn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork