berumur ratusan tahun. Tarian tersebut berasal dari Solok, Sumatra
Barat. Awalnya, tari ini dilakukan sebagai ritual guna mengucapkan rasa
syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa karena mendapatkan hasil
panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan oleh beberapa gadis cantik
dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di dalam
piring. Para gadis tersebut didandani dengan pakaian yang bagus lalu
mereka membawa makanan dalam piring sembari melangkah dengan gerakan
yang dinamis. Setelah Islam masuk ke Minangkabau, tradisi Tari Piring
tetap dilangsungkan. Akan tetapi, tari tersebut hanya ditampilkan
sebagai sarana hiburan bagi masyarakat banyak pada acara-acara
keramaian (pesta), seperti: pesta adat, pesta pernikahan, dan
lain-lain.
Lokasi :
Setiap kecamatan dan kabupaten yang ada di SumatraΒ Barat memiliki
Bagi
para wisatawan yang tidak ingin bersusah payah datang Ke Sumatra Barat,
bisa juga mengundang grup Tari Piring untuk tampil di tempat yang
diinginkan. Tentunya dengan biaya yang lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tahun terakhir ini, pemerintah Sumatra Barat mengambil satu kebijakan
untuk menjadikan Tari Piring sebagai salah satu aset untuk menarik para
wisatawan berkunjung ke Sumatra Barat.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Waspada! Ini Daftar Pangkalan Militer AS di Seluruh Dunia yang Harus Kamu Tahu
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar