Ini Dia 3 Dampak Positif dari Pariwisata
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Dia 3 Dampak Positif dari Pariwisata

Faela Shafa - detikTravel
Selasa, 14 Agu 2012 18:30 WIB
Ini Dia 3 Dampak Positif dari Pariwisata
Festival Lembah Baliem di Wamena, Papua (Sastri/ detikTravel)
Jakarta -

Kini, traveling mulai menjadi sebuah kebutuhan bagi banyak orang. Majunya aspek pariwisata ternyata ternyata memiliki dampak positif bagi dunia. Apa saja?

Acara tatap muka dan dialog Renstra Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2012-2014 dan Isu Kepariwisataan Global di Grand Cemara Hotel, Menteng, Jakpus, Selasa (14/8/2012) membahas mengenai efek positif dari pariwisata. Ternyata, pariwisata bisa membantu menyehatkan bumi.

"Dari UNWTO, pariwisata bisa mengekang pemanasan global, demikian asumsinya," ujar Sekjen Kemenparekraf, Wardiyatmo, dalam acara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hipotesanya, lanjut Wardiyatmo, jika pariwisata bisa berkembang di desa maka bisa menekan angka urbanisasi. Sedangkan urbanisasi bisa menciptakan polusi dan efek rumah kaca di kota besar. Jika desa tersebut bisa diurus dan dipercantik, serta penduduknya jadi bagian dalam pariwisata, mereka pun bisa lebih sejahtera dan mengurungkan keinginan untuk keluar desa.

"Dampak positif selanjutnya adalah pariwisata bisa membantu melestarikan lingkungan hidup," lanjutnya.

Wardiyatmo mengatakan, alam yang cantik dan lestari bisa jadi sumber daya pariwisata. Dengan menjaga alam agar tetap sehat, maka sama dengan menjaga produk pariwisata. Semakin banyak dikunjungi turis, diharapkan pemerintah dan masyarakat setempat bisa makin giat menjaga kelestarian. Selain dua hal itu, ada satu lagi dampak positif pariwisata.

"Pariwisata bisa melestarikan kebudayaan," katanya.

Menurut Wardiyatmo, dengan adanya pembangunan pariwisata, negara-negara berlomba-lomba untuk menggali kebudayaan masing-masing. Jika tadinya suatu negara bisa dengan mudah melupakan budayanya, lain halnya jika budaya tersebut jadi sumber daya wisata. Mereka bisa kembali menggali dan mempromosikan budaya menjadi magnet bagi para turis.

Meski begitu, Wardiyatmo menambahkan, aktivitas pariwisata tidak selamanya bersih. Industri ini juga menyumbang kerusakan sebesar 5 persen, di mana 2 persen di antaranya karena penggunaan kendaraan untuk media transportasi wisatawan. Namun angka tersebut bisa tertutup dengan penjagaan terhadap alam.

(sst/sst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads