Dalam rangka Muscular Dystrophy Campaign yang digelar di Inggris, digelar sebuah survey yang mengungkapkan perlakuan maskapai kepada orang-orang cacat. Dilansir dari situs News Australia, Kamis (25/10/2012), kebanyakan maskapai memberikan pelayanan yang sangat buruk dan membuat para penumpang yang cacat merasa tidak nyaman selama perjalanan berjam-jam di pesawat.
Hampir 90% pengguna kursi roda tidak dapat menggunakan toilet di dalam pesawat. Hal ini karena tidak adanya toilet khusus untuk pengguna kursi roda. Dengan kata lain, mereka 'dipaksa' untuk tidak minum saat sebelum dan selama perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya lagi, pelayanan buruk terhadap penumpang cacat bukan hanya saat penerbangan. Hampir setengah responden mengungkapkan bahwa mereka kesulitan saat memesan tiket. Duh!
"Laporan survey ini seharusnya menjadi peringatan kepada pelayanan jasa maskapai untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang cacat. Sudah saatnya penumpang yang cacat bisa mempercayai maskapai untuk terbang dan merasa percaya diri ketika terbang," kata juru bicara Muscular Dystrophy Campaign, Tnayi Vyas.
Selain itu, banyak kejadian tidak mengenakkan yang menimpa traveler cacat. Pada bulan Agustus lalu, seorang traveler wanita yang menggunakan kursi roda, Sheila King, merasa didiskriminasi oleh Jetstar. Maskapai ini punya kebijakan untuk mengangkut dua penumpang berkursi roda ke dalam pesawat. Namun, Sheila King tidak boleh masuk sama sekali.
Tahun 2009, Kurt Fearnley, juara paralimpik Australia, harus menyeret badannya di lantai bandara Brisbane sampai ke dalam pesawat. Sebabnya, pihak maskapai JetStar menahan kursi rodanya saat hendak masuk ke dalam pesawat.
"Nyatanya penumpang yang cacat mengalami kesulitan saat harus berpergian menggunakan pesawat," kata Leah Hobson dari Australian Federation of Disability Organisations. Semoga ke depannya pihak maskapai lebih ramah terhadap orang cacat.
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong