Berawal dari kebiasaan yang dilakukan oleh Suku Aztec pada zaman dahulu, tradisi Day of the Dead menjadi hari untuk mengingat mereka yang sudah meninggal lebih dahulu. Day of the Dead dirayakan di seluruh negara di Amerika Latin dan jadi hari libur nasional, mulai dari Meksiko sampai Peru.
Acara ini diduga sudah berulang lebih dari 300 tahun lalu. Saat dilongok dari News Australia, Senin (5/11/2012), Day of the Dead berlangsung pada hari yang sama dengan All Saints Day yaitu sehari setelah Halloween. Jadi tradisi ini jatuh pada setiap tanggal 1 November. Tujuan tradisi ini adalah untuk mengingat dan menghormati mereka yang sudah meninggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak muda tak mau ketinggalan juga. Mereka berdandan dengan gaya horor yang mayoritas bertemakan tengkorak. Meski tak menghilangkan sisi seram, mereka tetap berdandan dengan penuh warna. Jadi jangan aneh saat melihat wajah tengkorak dengan kostum yang cukup berwarna.
Di Meksiko, masyarakat berkunjung ke makam saudara dan teman yang mereka kasihi. Sambil membawa kue, permen, makanan dan bunga segar untuk ditaruh di kuburan mereka. Ada juga yang membawa patung La Santa Muerte atau Dewi Kematian di pemakaman sebagai penghormatan kepada mereka yang sudah meninggal.
ALtar-altar penghormatan yang penuh warna-warni pun dibangun di beberapa tempat seperti di National Autonomous University of Mexico, Mexico City. Altar yang dinamakan Altar of the Dead ini dibuat oleh Suku Huichol dan dengan tujuan yang sama yaitu menghormati orang mati. Altar ini menarik banyak wisatawan yang penasaran dengan tradisi ini.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi