Bulan Madu Romantis, Pasangan Korea Pilih Cebu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Filipina

Bulan Madu Romantis, Pasangan Korea Pilih Cebu

Ine Yordenaya - detikTravel
Selasa, 04 Des 2012 07:36 WIB
Bulan Madu Romantis, Pasangan Korea Pilih Cebu
Pantai Cebu, favorit wisatawan Korea (Ine/detikTravel)
Cebu - Laut biru dengan pasir putih. Terpaan angin saat menikmati matahari tenggelam sambil bergandengan tangan. Suasana romantis itu yang dicari para pasangan bulan madu asal Korea Selatan di Cebu, Filipina.

Cebu (dibaca Sebu-red) adalah salah satu kota di Filipina. Jaraknya satu jam penerbangan dari Manila.

Ada dua pilihan berwisata di Cebu. Wisata sejarah yang bisa dilakukan di kawasan kota. Ada museum, monumen, benteng, juga gereja-gereja tua. Satu lagi adalah wisata pantai dengan lokasi Pulau Maktan yang masih masuk dalam kawasan Cebu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pulau Maktan bisa ditempuh dengan berkendara mobil sekitar 20 menit dari Bandara Internasional Cebu. Pulau inilah yang sekarang sedang digandrungi turis Korea.

Setidaknya dalam tiga tahun terakhir, lebih dari 50 persen wisatawan di Cebu berasal dari Korea Selatan. Demikian yang disampaikan Raymond, perwakilan badan pariwisata Filipina kepada detikTravel saat berkunjung ke Cebu di akhir November 2012 lalu.

Kebanyakan dari turis Korea datang ke Cebu untuk berbulan madu. Mereka tinggal di resort-resort mewah di Pulau Maktan. Salah satunya Imperial Palace Resort. Sewa kamar termurah di resort ini mencapai Rp 5 juta per malam. Pilihan kamar lainnya bisa mencapai puluhan juta rupiah per malam.

Meskipun mahal, hotel ini ternyata laris manis karena setiap kamar dirancang khusus untuk meningkatkan keintiman para pasangan. Ada jacuzzi dan kolam renang pribadi, cocok untuk bulan madu penuh gairah cinta.

Bosan di kamar, para tamu bisa berjalan menyusuri pantai yang masih berada dalam area resort. Pantai dirawat dengan apik. Hamparan pasir putih tanpa sampah membuat setiap pengunjung merasakan kenyamanan tingkat tinggi. Biru di laut, biru di langit, hembusan angin pantai. Ah, siapa pun langsung terbawa aura romantis.

Tingginya turis asal Korsel di Cebu dimulai belasan tahun yang lalu. Awalnya, banyak orang Korsel datang ke Cebu untuk belajar bahasa Inggris.

"Bahasa Inggris sudah menjadi keseharian kami. Makanya mereka datang untuk belajar. Daripada harus ke Amerika atau Inggris yang biayanya lebih mahal, mereka pilih ke sini. Awalnya datang untuk kursus tiga bulan. Lalu mereka merasa jatuh cinta dengan pemandangan dan keramahan orang-orang Cebu. Promosi pun berlanjut mulut ke mulut," jelas Raymond.

Para investor asal Korsel pun tertarik. Mereka mulai menanam modal. Mulai dari pusat kursus bahasa Inggris, restoran, sampai resort mewah. Sebagai contoh adalah Imperial Palace Resort yang sebagian sahamnya dimiliki oleh orang Korsel.

Untuk meningkatkan bisnisnya, para investor Korsel habis-habisan berpromosi di negara asal mereka. Membuat paket-paket menarik supaya semakin banyak warga Korsel pergi ke Cebu.

"Promosi mereka sukses. Turis Korea semakin banyak. Bahkan banyak yang akhirnya menetap dan menikah dengan warga lokal," ucap Raymond seraya tertawa.

(ptr/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads