"Bayangkan kalau Kali Besar dirawat dan bersih. Di sana orang bisa naik perahu sambil melihat bangunan bersejarah," Firdaus Ali dari Indonesia Water Institute (IWI), Pusat Kajian Sumber Daya Air Indonesia dalam acara seminar 'Mengoptimalkan Sungai dan Danau Menjadi Destinasi Wisata Layak Jual' di Grand Sahid Jaya Hotel, Jl Jendral Sudirman, Selasa (4/12/2012).
Firdaus juga mengungkapkan, Kota Tua sampai sudah beberapa kali dikelola. Namun, sampai saat ini juga belum mendapatkan revatilisasi yang memuaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota Tua memang sudah menjadi destinasi favorti bagi traveler. Alangkah baiknya jika Kali Besar yang berada di sana dapat dirawat dan diperindah. Tentu, makin banyak lagi traveler yang akan datang ke sana.
"Kali Besar ini juga nilai historis dari Kota Tua. Awalnya, Belanda masuk ke Jakarta juga lewat sana," kata Firdaus.
Ironisnya, Kali Besar justru terkenal dengan kumuh dan kotornya. Padahal, perawatan Kota Tua tak lepas dari perawatan Kali Besar sebagai sungainya.
"Permasalahannya adalah memfokuskan (revitalisasi) di darat, sehingga airnya hanya menjadi tempat pembuangan," lanjut Firdaus.
Oleh sebab itu, penggalakan kebersihan Kali Besar akan terus digencarkan. Jika Kali Besar sudah bersih, bukan tak mungkin Anda akan jatuh cinta saat berlayar mengarungi sungai tersebut. Inilah kecantikan yang masih tersembunyi di Kota Tua.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Viral Baling-Baling Pesawat Diikat Cable Tie, Wings Air Buka Suara
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?