Hampir setiap orang pernah liburan dan banyak di antaranya yang memilih liburan sendiri. Dengan banyak pertimbangan, mereka memutuskan untuk menjelajah tempat baru sendiri saja. Berikut 3 seleb solo traveler yang disusun detikTravel, Rabu (27/2/2013):
1. Gol A Gong
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan orang traveling itu biasanya beda-beda. Mengikuti keinginan orang lain dalam kelompok juga ada batas tolerannya. Karena sudah sampai batas, akhirnya saya memilih jalan sendiri," ujar pria berumur 50 tahun ini kepada detikTravel, Senin (25/2/2013).
Menurut Gol A Gong, sisi menguntungkan dari traveling sendiri adalah bisa memutuskan sendiri destinasi yang akan dituju. Misal tiba-tiba itinerary berubah, tak perlu memikirkan pendapat orang lain yang mungkin tidak setuju.
"Karena biasanya, saat mengobrol dengan turis lain atau orang lokal saat perjalanan memungkinkan kita untuk mengubah destinasi tiba-tiba. Kalau sendiri, ganti tujuan pada saat itu juga mungkin saja," tuturnya.
Namun ada juga hal yang tidak menyenangkan dari traveling seorang diri. "Yang paling berat itu saat rindu," katanya. Saat merasa sendiri dan merasa tidak kenal siapa-siapa karena memang jauh dari rumah. Menurutnya, itulah salah satu hal yang terberat.
"Jika sudah begitu, saya menulis sajak atau puisi. Dulu kan belum banyak ada email atau tidak mudah telepon, jadi buat karya saja," lanjut suami Tias Tatanka.
Gol A Gong pun memberi tahu beberapa destinasi yang cocok untuk para solo traveler. Jika di dalam negeri, bisa melancong ke Yogyakarta, Bandung, Malang, dan Wonosobo. Sedangkan ke luar negeri, paling asyik menjelajah Thailand.
"Yogyakarta itu seperti pusatnya turis dunia. Jika ingin tenang bisa datang ke Wonosobo. Jika ke luar negeri, Thailand itu negara yang cukup unik untuk dijelajah," tutupnya.
2. Asma Nadia
Banyak negara yang menilai wanita berjilbab dengan sebelah mata. Nah, wanita bernama Asma Nadia berhasil mematahkan anggapan tersebut. Sejak 2001, dia melancong ke hingga 48 negara dan bangga dengan jilbabnya. Wanita yang memiliki 2 anak ini pun pernah menjalani traveling solo.
"Kayaknya lebih enak jalan sendiri dibanding beramai-ramai," tuturnya kepada detikTravel, Selasa (26/2/2013).
Menurutnya, keuntungan traveling sendiri adalah tidak perlu banyak kompromi jika ingin menentukan destinasi, waktu, dan agenda perjalanan. Lagipula menurutnya, akan lebih sulit jika traveling dengan orang yang memiliki stamina yang berbeda. Kadang, saat traveling sendiri, tak perlu pusing memikirkan waktu makan, sedangkan saat bersama teman, harus ada waktu sendiri untuk makan dan lain-lain.
Menurut CEO Asma Nadia Publishing House ini, menjadi seorang jilbab traveler merupakan pengalaman yang berharga bagi dirinya. Dia ingin membuktikan dengan memakai jilbab dan berinteraksi dengan orang-orang berlatar, kita bisa memberi kesan baik tentang Indonesia dan Islam.
"Traveling selain melihat dunia kita juga jadi duta buat Indonesia dan jadi duta buat Islam. Pernah ada yang bilang 'Kamu tuh Islam yang moderat ya, Asma'. Karena pembawaan kita yang baik dan bisa juga becanda dengan yang lain," kata pemilik Toko Asma Nadia ini.
3. Marischka Prudence
Sebagai mantan presenter acara jalan-jalan di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia, jalan-jalan sendiri lebih dari sekadar kewajiban profesi. Marischka Prudence memilih solo traveling karena kepuasan.
"Ada lebih banyak waktu untuk eksplorasi dan mencoba hal-hal baru," kata wanita yang biasa dipanggil Pru, kepada detikTravel, Selasa (26/2/2013).
Kalau traveling sendiri, kesempatan mencoba makanan baru, angkutan umum dan penginapan yang berbeda, jauh lebih leluasa dibanding saat jalan-jalan bersama orang lain. Menurut Pru, traveling sendiri jauh lebih bebas dari berbagai sisi baik dari waktu juga destinasi.
"Ternyata nggak kecewa juga solo traveling, malah ketagihan dan senang dengan waktu yang fleksibel," lanjutnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan saat solo traveling adalah bujet dan waktu. Saat traveling seorang diri, mau tidak mau harus mempersiapkan kedua hal itu dengan sempurna, karena tidak ada orang lain yang bisa langsung dimintai tolong.
Selain itu, ketahui juga Anda traveler jenis apa. Jika senang dengan kota, silakan memilih destinasi perkotaan dan jika suka dengan pantai, berliburlah ke pantai.
"Karena, memaksakan datang ke destinasi yang tidak disuka akan membuat liburan jadi tak berkesan," tutupnya.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Bule Rusia Hajar Warga Banyuwangi gegara Sound Horeg, Korban Tempuh Jalur Hukum
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Kedubes Korea Selatan Minta Warganya Hati-hati Liburan di Bali