Louvre di Paris sebagai salah satu museum terbesar dan paling terkenal di dunia, tak pernah sepi pengunjung. Inilah yang menarik perhatian penjahat. Namun, agresifnya para pencopet membuat penjaga gerah dan mogok kerja.
Sekitar 200 karyawan termasuk staf keamanan yang bekerja di Museum Louvre mogok kerja kemarin, Rabu (10/4). Dari The Sydney Morning Herald, Kamis (11/4/2013), mereka mogok kerja karena lelah dengan pencopetan yang sering terjadi di dalam museum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa staf telah melapor terkena tindak tidak menyenangkan bahkan mendekati kekerasan yang dilakukan para pencopet ini. Dilaporkan mereka diludahi, diancam, bahkan didorong oleh penjahat-penjahat yang berkeliaran di kawasan museum.
Para staf melaporkan, pelaku pencopetan ini biasanya anak-anak kecil yang berasal dari Eropa timur. Mereka menjalankan kejahatan tidak sendiri, melainkan secara berkelompok. Bahkan, satu kelompok bisa mencapai 30 orang.
"Selalu ada pencopet di Louvre atau di banyak spot wisata lain di Paris, namun selama 1,5 tahun belakangan, tingkah mereka jadi lebih kasar dan cara kerja mereka lebih terorganisir," kata Sophie Aguirre, salah satu anggota dari SUD Union.
Pemogokan ini berdampak langsung pada para pengunjung. Akibat aksi mogok para staf, banyak wisatawan yang terdampar di depan museum karena tidak bisa masuk ke dalam. Pihak museum telah membuat peraturan sementara yang baru untuk menangani masalah ini.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Saat Gibran Ikut Memikul Salib Paskah di Kupang
Setuju Nggak, Orang-orang Jepang Paling Sopan?
Bayangkan Hidup Tanpa Matahari: Kisah Desa dengan Hujan 'Abadi'