Dari news.com.au, Jumat (19/7/2013), Prancis telah lama memiliki reputasi buruk, terutama di dalam hal komunikasi berbahasa Inggris. Kendala bahasa membuat Prancis sedikit sulit untuk dikunjungi. Namun meski pelayan dan pemilik toko di Prancis tidak ramah, Prancis dikunjungi turis lebih banyak daripada negara lain di dunia.
"Masalahnya adalah di Prancis, pekerjaan di bidang pariwisata tidak dihargai. Kami menyamakan pelayanan jasa dengan perbudakan," kata Didier Arino, seorang direktur dari perusahaan konsultasi pariwisata Protourisme.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan daya tarik pariwisata dari Paris, area ski Alpine dan beberapa resor mewah Mediterania, Prancis telah menjadi negara yang paling banyak dikunjungi. Data statistik dari Bank Dunia, menunjukkan sebanyak 83 juta turis asing mengunjungi Prancis pada tahun 2012.
Tapi ternyata Prancis tidak berada di urutan pertama negara yang paling banyak dikunjungi turis asing. Prancis berada di urutan ketiga, setelah AS dan Spanyol selama beberapa tahun. Pemerintah Sosialis Prancis telah berjanji untuk mengubahnya.
"Saya ingin membuat Perancis menjadi nomor 1," kata Menteri Pariwisata Sylvia Pinel kepada wartawan tahun lalu, setelah pemerintahan baru mengambil kendali dan menata prioritasnya. Meningkatkan keramahan Prancis adalah salah satunya.
Pinel tidak sungkan untuk menghubungkan budaya dan komersial. Menurutnya pariwisata merupakan tuas untuk pertumbuhan dan pekerjaan, dan Prancis sangat membutuhkan kedua hal ini.
Umumnya wisatawan hanya menghabiskan waktu sebentar di Prancis. Orang Eropa mengunjungi Paris hanya saat akhir pekan. Sedangkan pelancong dari tempat asal yang lebih jauh, mengombinasikan kunjungannya dengan beberapa ibukota di Eropa lainnya.
Pinel mengatakan salah satu cara agar wisatawan menghabiskan lebih banyak uang dan waktu di Prancis, adalah dengan mengajak daerah-daerah di Prancis untuk bekerja sama.
"Kesulitan khusus kami adalah bahwa negara yang dikunjungi, terutama hanya wilayah sekitar ibukota dan Paris. Kami kesulitan untuk menahan Turis untuk waktu yang lama di daerah lain." kata Pinel.
Pemerintah juga melihat, daerah atau wilayah di Prancis saling bersaing untuk promosi internasional. Namun tujuannya adalah agar menyatukan kerja sama beberapa wilayah yang dipromosikan. Sehingga mereka semua bisa mendapatkan keuntungan dengan turis yang tinggal lebih lama.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Kisah Siswa SD Viral di Salatiga, Piknik ke Jakarta Sewa Pesawat Garuda
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Kesaksian Turis dalam Kejadian Penembakan di Situs Bersejarah Meksiko