Ini Bahayanya Emisi Karbon Pada Pariwisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Bahayanya Emisi Karbon Pada Pariwisata

Afif Farhan - detikTravel
Kamis, 26 Sep 2013 14:50 WIB
Ini Bahayanya Emisi Karbon Pada Pariwisata
Pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat (Afif/detikTravel)
Jakarta -

Tahukah Anda, emisi karbon punya dampak berbahaya bagi dunia wisata, khususnya wisata bahari. Selain pemanasan global, emisi karbon juga bisa merusak terumbu karang dan menenggelamkan pulau!

Hal inilah yang membuat pemerintah untuk bergerak cepat menanggulangi peningkatan emisi karbon di Indonesia. Untuk itu, Kemenparekraf sudah menandatangani MoU dengan WWF Indonesia, Dewan Nasional Perubahan Iklim dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Tujuan yang paling ditekankan selain melekstarikan lingkungan adalah pengurangan emisi karbon.

Lalu, apa bahayanya emisi karbon pada dunia wisata?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Simpelnya, emisi karbon itu menghalangi pelepasan cahaya dari bumi yang berasal dari pantulan matahari. Hal itulah yang menjadikan pemanasan global dan kenaikan temperatur suhu di dalam," ujar CEO WWF Indonesia, Efransjah kepada detikTravel di lantai 16, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (26/9/2013).

Suhu yang menjadi makin panas, tentu membuat wisatawan merasa tak nyaman saat jalan-jalan. Lebih dari itu, rupanya emisi karbon juga punya dampak ekstrem bagi turis yang hobi menyelam.

"Emisi karbon yang meningkat itu juga dapat meningkatkan panas air laut dan merusak ekosistem di dalamnya. Ikan dan terumbu karang bisa mati," tegas Efransjah detikTravel.

Terumbu karang yang mati, tentu membuat kecewa para penyelam. Inilah dampak yang dirasakan baik itu di darat ataupun di lautan. Tak sampai di situ, pemanasan global akibat peningkatan emisi karon rupanya juga bisa menenggelamkan pulau. Sebab, permukaan air laut akan naik karena mencairnya es di bagian kutub bumi akibat temperatur suhu yang naik.

"Apalagi Indonesia punya banyak pulau-pulau kecil, bisa bahaya itu, bisa tenggelam semua," kata Efransjah.

Oleh sebab itu, permasalahan ini menjadi tanggung jawab pemerintah dan juga masyarakat. Pemerintah harus bisa mengendalikan sumber daya energi untuk menekan peningkatan emisi karbon dan masyarakat juga sadar untuk menggunakan energi secukupnya. Energi tersebut seperti, listrik, air, dan bahan bakar minyak yang digunakan untuk transportasi.

"Tourism harus care dengan emisi karbon," tutup Efransjah.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads